Lampung Miliki Dua Ruang Terbuka Hijau Baru

id Peresmian Lampung Elephant Park, Lampung Elephant Park, Gubernur Ridho Ficardo

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo dan istri Aprilani Yustin berpose saat peresmian Lampung Elephant Park, di Bandarlampung, Sabtu (10/2) malam. (FOTO: ANTARA Lampung/ist))

Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Provinsi Lampung memiliki dua areal ruang terbuka hijau (RTH) baru yang representatif dan dapat dinikmati oleh masyarakat Kota Bandarlampung dan sekitarnya dengan berbagai fasilitas pendukung di dalamnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Lampung, Edarwan, di Bandarlampung, Minggu (11/2), dua RTH tersebut adalah Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Wayhalim dan Lapangan Enggal Bandarlampung yang telah direvitalisasi.

Dua kawasan tersebut dibenahi dan direvitalisasi sebagai RTH baru dah diharapkan menjadi tempat rekreasi keluarga di daerah ini.

Menurut Edarwan, pembangunan RTH di PKOR Wayhalim sejak 2017 itu menghabiskan anggaran sebesar Rp30 miliar dari APBD Lampung. "Masyarakat bersama keluarga dan teman-teman sudah bisa menikmati fasilitas rekreasi di RTH itu," katanya lagi.

Sarana dan prasarana yang tersedia di PKOR Wayhalim itu adalah jogging track, lapangan sofbol, taman bermain skatepark, dan kolam gajah. Selain itu, juga dilengkapi dengan fasilitas masjid dan toilet yang tersebar pada sembilan titik.

Ssedangkan untuk pembangunan tahap pertama RTH Enggal Bandarlampung memerlukan dana sebesar Rp7 miliar. Saat ini terdapat berbagai sarana, seperti lapangan olahraga bola basket, futsal, skatepark, musala, dan taman bagi warga berusia lanjut.

Kawasan yang diberi nama Taman Gajah (Elephant Part) ini akan terus dikembangkan dengan berbagai fasilitas tambahan lainnya pada 2018.

"Pada tahun ini sudah dianggarkan sebesar Rp5 miliar untuk pembangunan taman bermain anak, daycare, pendidikan anak usia dini, dan miniteater. Kawasan ini sebagai areal aktualisasi pertunjukan kesenian bagi seniman Lampung," ujarnya lagi. Semula di kawasan ini terdapat pula Pasar Seni Bandarlampung. Namun belakangan kurang terawat dan menjadi tempat yang kumuh.

Menurutnya, pembangunan fasilitas umum dalam bentuk sarana olahraga pada dua RTH itu akan terus dikembangkan, agar anak muda Lampung dapat memiliki kegiatan yang positif.

Keberadaan Lampung Elephant Park di Enggal Bandarlampung itu telah diresmikan oleh Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, Sabtu (10/2) malam.

Lampung Elephant Park adalah RTH yang dinilai cocok untuk seluruh keluarga dan ramah anak, memiliki banyak fasilitas yang diperuntukkan berbagai komunitas anak muda Lampung, di antaranya lapangan basket, skatepark, taman, air mancur, spot foto lukisan 3D, musala, dan lain sebagainya.

Menurut Gubernur Ridho, pembangunan Lampung Elephant Park baru memasuki tahap pertama, namun segera diresmikan untuk melihat animo masyarakat serta mengumpulkan saran-saran untuk pembangunan selanjutnya.

"Walau belum 100 persen, namun Taman Gajah atau Lampung Elephant Park ini sengaja diresmikan untuk mendapatkan masukan dan saran dari komunitas dan masyarakat luas, dengan begitu ada bentuk komunikasi antara masyarakat dan pemerintah," kata Ridho pula.

Selain Lampung Elephant Park, Sabtu pagi harinya Gubernur Ridho juga telah meresmikan revitalisasi kawasan PKOR Wayhalim sebagai kawasan pusat kebudayaan dan olahraga.

Dalam peresmian Lampung Elephant Park, Gubernur Ridho bersama istri Aprilani Yustin dan kedua anaknya, juga sempat berkeliling meninjau sarana prasarana dan berdialog bersama warga serta komunitas-komunitas yang hadir. Gubernur Ridho juga sempat melakukan swafoto bersama istrinya.

Karsa (89), warga Enggal, Bandarlampung mengaku saat muda dan suka bermain bola, sering bermain di lapangan Enggal ini. "Saya sudah bermain bola di sini sejak tahun 1953, karena Enggal ini satu-satunya lapangan dulu. Sekarang Alhamdulillah saya senang melihat Enggal sudah lebih baik dengan dibangun ruang terbuka publik karena memberikan banyak manfaat untuk masyarakat," ujarnya lagi. (Rilis bb)
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar