Logo Header Antaranews Lampung

KAI Divre Tanjungkarang tutup 29 perlintasan liar sepanjang 2025

Jumat, 17 April 2026 16:38 WIB
Image Print
Petugas KAI Tanjungkarang sedang melakukan penutupan perlintasan liar. Bandarlampung, Jumat (17/4/2026). (ANTARA/HO-KAI Tanjungkarang)
Penutupan perlintasan liar tersebut merupakan wujud komitmen kami guna melindungi keselamatan perjalanan kereta api dan perlindungan bagi masyarakat

Bandarlampung (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero Divisi Regional (Divre) IV Tanjungkarang bersama regulator telah menutup 29 perlintasan liar sepanjang tahun 2025 di wilayah operasionalnya.

"Penutupan perlintasan liar tersebut merupakan wujud komitmen kami guna melindungi keselamatan perjalanan kereta api dan perlindungan bagi masyarakat," kata Manajer Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang Azhar Zaki Assjari di Bandarlampung, Jumat.

Menurut dia, penutupan perlintasan liar merupakan bagian dari strategi berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan aspek keselamatan, mengingat perlintasan yang tidak resmi umumnya tidak dilengkapi dengan rambu, penjagaan, maupun sistem pengamanan yang memadai.

"Kondisi ini menjadikan perlintasan liar sebagai titik rawan terjadinya kecelakaan antara perjalanan kereta api dengan pengguna jalan," katanya.

Ia menegaskan bahwa keselamatan merupakan prioritas dalam operasional perkeretaapian, sehingga berbagai langkah preventif terus dilakukan secara konsisten.

“Penutupan perlintasan liar merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko yang kami lakukan secara berkelanjutan," katanya.

Ia mengatakan dalam pelaksanaannya KAI mengedepankan sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta pemangku kepentingan lainnya guna memastikan proses penutupan berjalan efektif dan tetap mempertimbangkan aspek sosial serta aksesibilitas masyarakat.

"Setiap penutupan dilakukan melalui kajian dan evaluasi menyeluruh terhadap tingkat risiko dan kebutuhan di lapangan," katanya.

Selain langkah fisik berupa penutupan, lanjut dia, KAI juga aktif melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang.

"Kegiatan ini mencakup kampanye keselamatan, penyuluhan langsung ke masyarakat, hingga kolaborasi dengan instansi terkait untuk meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya disiplin berlalu lintas di sekitar jalur rel," kata dia.

KAI Divre IV Tanjungkarang juga terus melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan serta evaluasi berkala guna mendukung upaya penertiban perlintasan liar secara bertahap dan berkelanjutan.

"Langkah ini sejalan dengan prinsip keselamatan sebagai prioritas utama serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik," kata dia.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026