Logo Header Antaranews Lampung

Warga Mesuji dan Tulangbawang Desak Atasi Pemadaman Listrik

Jumat, 23 September 2016 08:35 WIB
Image Print
Warga di Kabupaten Tulangbawang dan Mesuji, Lampung menggunakan lilin akibat pemadaman listrik beberapa pekan ini. (FOTO: ANTARA Lampung/Raharja)

Tulangbawang (ANTARA Lampung) - Masyarakat pelanggan PT PLN di Kabupaten Tulangbawang dan Mesuji di Provinsi Lampung yang mengeluhkan sering padam aliran listrik mendesak PT PLN segera mengatasi, sehingga tidak terus merugikan mereka.

Menurut sejumlah warga di Mesuji dan Tulangbawang, Jumat, dalam dua pekan ini pemadaman aliran listrik bisa terjadi hingga 12 jam bahkan lebih, sehingga bisa berakibat menimbulkan kerusakan peralatan elektronik, seperti televisi, radio, dan komputer.

"Selama dua pekan ini sering sekali aliran listrik PLN hidup mati, bahkan dalam waktu yang sangat lama. Kalau ini terus terjadi bisa rusak peralatan elektronik kami," kata Takim, warga Unit 2 Tulangbawang.

Keluhan serupa disampaikan Hamdan, warga Kecamatan Menggala bahwa sudah lama warga setempat mengeluhkan pelayanan PLN Tulangbawang

"Ya, sepertinya pihak PLN ini tak peduli dengan keluhan warga pelanggannya," kata Hamdan pula.

Akibatnya, kata dia lagi, setiap hari siang dan malam terjadi padam aliran listrik 12 jam, bahkan bisa sampai sehari semalam dan setidaknya telah dialami dua pekan ini, sehingga membuat ribuan warga Tulangbawang pelanggan PLN mengeluhkannya.

Pemadaman listrik itu membuat warga setempat kebingungan, terlebih kebanyakan perabotan/alat-alat rumah tangga dan usaha lainnya menggunakan listrik.

Keluhan sering padam listrik menurut Hamdan, salah satu pemilik usaha foto kopi dan sablon di Pasar Menggala itu, berdampak membuat usahanya merugi, sementara jika menggunakan genset masih harus membeli BBM lagi dan menambah biaya untuk tetap dapat melayani para konsumen.

Pemadaman aliran listrik di Tulangbawang dan Mesuji selama dua pekan ini berlangsung hampir setiap hari siang maupun malam.

"Kami belum mengetahui secara pasti penyebab sering padam listrik di Tulangbawang ini," kata Hamdan lagi.

Selain warga Tulangbawang, warga Mesuji juga mengeluhkan aliran listrik sering padam atau minim daya listrik yang dialami para pelanggan terutama pada sore hari hingga menjelang Magrib. Lampu neon yang terpasang di rumah karena kekurangan daya listrik itu menjadi seperti lampu diskotek yang hidup kemudian mati secara terus-menerus, meskipun menggunakan stavolt atau regulator.

Arus listrik yang minim itu membuat regulator/stavolt tak berfungsi secara maksimal, ujar Leo, warga di Kecamatan Simpang Pematang, Mesuji.

Leo mengeluhkan, akibat arus listrik tak stabil seperti itu membuat dirinya sering kali ke toko elektronik untuk membeli lampu neon lagi. "Ya, saya yakin penyebab lampu tersebut rusak tak lain akibat tak mampu menampung arus yang tidak stabil itu," kata Leo pula.

Warga Tulangbawang dan Mesuji itu berharap PT PLN segera mengatasi pemadaman dan kekurangan daya listrik dikeluhkan warga itu, termasuk gardu induk listrik PT PLN di Menggala, Tulangbawang yang rusak dapat segera diperbaiki, mengingat salah satu gardu pemasok listrik ke Tulangbawang dan Mesuji.

Menurut warga setempat, gardu itu hingga saat ini masih belum diperbaiki dan mengakibatkan padam listri tiap hari siang dan malam berlangsung di dua kabupaten itu.

"Kami hanya bisa menunggu sampai kapan padam listrik terjadi seperti ini," kata Leo lagi.

Warga Tulangbawang dan Mesuji berharap pihak PLN Cabang Tulangbawang dapat mencari solusi padam listrik itu.



Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2026