
Neraca Perdagangan Lampung Surplus

...Meskipun nilai ekspor mengalami penurunan dan nilai impor terus meningkat, namun nilai ekspor pada Maret 2016 lebih tinggi dari impor sehingga neraca perdagangan Lampung surplus, kata Yeane...
Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung pada Maret 2016 menunjukkan tren positif karena nilai ekspor lebih besar dibanding impor sehingga menyebabkan surplus sebesar 49,21 juta dolar Amerika Serikat.
"Meskipun nilai ekspor mengalami penurunan dan nilai impor terus meningkat, namun nilai ekspor pada Maret 2016 lebih tinggi dari impor sehingga neraca perdagangan Lampung surplus," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum, di Bandarlampung, Sabtu.
Ia menyebutkan, neraca perdagangan Maret 2016 untuk kawasan Asean mengalami defisit sebesar 15,44 juta dolar. Neraca perdagangan yang mengalami defisit lainnya adalah negara utama lainnya, yakni sebesar 78,42 juta dolar.
Neraca perdagangan untuk kawasan Uni Eropa mengalami surplus sebesar 57,36 juta dolar.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat nilai total ekspor Provinsi Lampung pada Maret 2016 mencapai 218,47 juta dolar Amerika Serikat atau mengalami penurunan 12,58 persen dibandingkan ekspor bulan sebelumnya.
"Ekspor pada Maret 2016 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercacat 348 juta dolar juga mengalami penurunan sebesar 37,23 persen," kata Yeane Irmaningrum.
Ia menyebutkan, lima golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung pada Maret 2016 yaitu lemak dan minyak hewan/nabati; batu bara; kopi, teh, rempah-rempah, ikan dan udang; serta olahan dari buah-buahan/sayuran.
Menurutnya, penurunan ekspor Maret 2016 terhadap Februari 2016 terjadi pada tiga golongan barang utama, yakni golongan lemak dan minyak hewan/nabati turun 29,74 persen kopi, teh rempah-rempah turun 26,77 persen, serta ikan dan udang turun 1,81 persen.
Sementara, nilai impor Provinsi Lampung pada Maret 2016 mencapai 169,26 juta dolar Amerika Serikat atau naik 4,95 persen dibanding Februari.
Nilai tersebut lebih rendah 44,75 juta dolar atau 20,91 persen dibanding Maret 2015 yang tercatat 214,01 juta dolar.
Ia menyebutkan peningkatan impor terjadi pada beberapa komoditas utama di antaranya binatang hidup naik 234,43 persen; mesin-mesin/pesawat mekanik naik 13,17 persen; biji-bijian berminyak 35,48 persen dan ampas sisa/industri makanan juga naik sebesar 19,41 persen. (Ant)
Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor:
Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
