Logo Header Antaranews Lampung

Bantuan korban kebakaran Pasar wayjepara mengalir

Selasa, 23 Juni 2015 15:01 WIB
Image Print
Serikat Tani Indonesia (Sertani) Provinsi Lampung memberikan bantuan kepada korban kebakaran Pasar Wayjepara, di Lampung Timur Senin (22/6) (FOTO ANTARA Lampung/Muklasin)
...Meski tidak besar yang mampu kami kumpulkan, tapi setidaknya ini sudah menunjukkan bahwa ikatan batin dan rasa persatuan antaranggota Sertani masih tinggi...

Wayjepara, Lampung (ANTARA Lampung) - Menyusul terbakar Pasar Wayjepara di Kabupaten Lampung Timur, Rabu (17/6) sekitar pukul 01.30 WIB, menghanguskan puluhan kios dan ratusan lapak para pedagang, bantuan mulai mengalir kepada para korban pedagang yang lapaknya terbakar.

Para pedagang di Pasar Wayjepara, Selasa, membenarkan mereka telah menerima bantuan dari Serikat Tani Indonesia (Sertani) Provinsi Lampung khususnya bagi anggotanya yang lapak penjualan alat pertanian mereka terbakar saat kebakaran itu.

Bantuan diberikan kepada Sri Lindayani (37), warga Desa Labuhanratu Dua Kecamatan Wayepara yang merupakan istri kader Sertani Lampung, salah satu korban kebakaran Pasar Wayjepara tersebut.

Bantuan itu diberikan oleh Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Sertani Ir Anang Prihantoro melalui anggota Sertani yang berada di Kabupaten Lampung Timur sebesar Rp1.000.000, pada Senin (22/6).

Sekretaris Sertani Provoinsi Lampung, Agus Putra Eka Jasutra mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan aksi penggalangan dana secara sepontanitas oleh kader-kader Sertani di Provinsi Lampung yang mengetahui kabar salah seorang kadernya mengalami musibah.

"Meski tidak besar yang mampu kami kumpulkan, tapi setidaknya ini sudah menunjukkan bahwa ikatan batin dan rasa persatuan antaranggota Sertani masih tinggi," ujar Sekretaris Sertani Lampung ini pula.

Sri Lindayani, penerima bantuan itu mengungkapkan dirinya merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan itu. "Bantun dari Sertani ini sangat berarti bagi kami sekeluarga," ujar Sri lagi.

Sri juga mengungkapkan setelah musibah kebakaran yang dialaminya, membuat kondisi keluarganya semakin sulit, mengingat lapak dan dagangannya yang menjual alat pertanian habis terbakar.

Ia mengaku, kini bingung bagaimana mulai berdagang kembali karena keterbatasan modal.

Sekitar 137 pedagang yang juga menjadi korban kebakaran Pasar Wayjepara, Sabtu (20/6) lalu, juga menerima bantuan dari organisasi kemasyaraatan di Lampung.

Bundo Kandung Provinsi Lampung bersama Keluarga Besar Sumatera Barat (KBSB) Provinsi Lampung menyalurkan bantuan berupa uang masing-masing sebesar Rp500.000. Terdapat 137 pemilik lapak atau kios yang terbakar sebagai penerima bantuan itu.

Bantuan itu diberikan langsung kepada para korban pada acara buka puasa bersama yang diadakan oleh Keluarga Besar Sumatera Barat Cabang Wayjepara di Masjid Muslimin Wayjepara.

Bantuan tersebut merupakan wujud empati Bundo Kandung Provinsi Lampung kepada anggotanya yang menjadi korban. "Bantuan yang diberikan sejumlah Rp500 ribu masing-masing, kepada 137 pemilik lapak yang terbakar di Pasar Wayjepara," kata Ketua Wilayah Bundo Kandung Provinsi Lampung, Titi Melani, di Wayjepara, Sabtu.

Menurut dia, bantuan itu merupakan wujud kepedulian Bundo Kandung Provinsi Lampung kepada anggotanya di Kecamatan Wayjepara yang mengalami musibah kebakaran pada Rabu lalu. Dia berharap bantuan itu dapat mengurangi beban para korban.



Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026