
Adakah Beras Plastik Beredar di Lampung?

Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Peredaran beras plastik menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, termasuk para pedagang beras maupun pengelola rumah makan di sejumlah daerah, bagaimana di Lampung?
Sejumlah rumah makan di Kota Bandarlampung Provinsi Lampung justru menyatakan tidak terpengaruh dengan isu peredaran beras plastik atau beras sintetis.
"Bandarlampung saya kira aman saja, mengingat rumah makan di sini banyak memesan beras langsung dari pabriknya," kata Wiladi, pemilik Rumah Makan Nasi Padang di Bandarlampung, Jumat (22/5).
Dia menyatakan, Provinsi Lampung mempunyai lumbung padi, sehingga pihaknya tidak perlu meminta pasokan beras dari Pulau Jawa. Kualitas padi dari Lampung pun juga baik.
"Kita memiliki lumbung padi sendiri, sehingga tidak mungkin meminta kiriman dari Pulau Jawa," katanya lagi.
Hal senada diungkapkan pengelola rumah makan lainnya di Bandarlampung yang mengaku tidak begitu resah dengan adanya isu peredaran beras plastik. Omzet rumah makan yang dikelolanya pun tetap stabil tidak ada penurunan.
"Omzet rumah makan ini stabil dan tidak terpengaruh isu tersebut, apalagi beberapa waktu lalu petugas telah melakukan razia beras di pasar," kata Surtini (41), pemilik rumah makan di Pasar Tugu Bandarlampung.
Dia mengatakan bahwa beras yang dibelinya dipesan langsung di tempat penggilingan, sehingga dapat mengetahui apakah beras asli atau tidak.
Sebelumnya, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kota Bandarlampung telah melakukan inspeksi mendadak ke beberapa pasar tradisional di Bandarlampung, untuk mencegah dan mencari peredaran beras plastik atau sintetis yang belakangan beredar di masyarakat yang ada di Pulau Jawa.
"Sesuai instruksi Pak Wali Kota, kami sudah melakukan sidak ke beberapa pasar tradisional di Bandarlampung, untuk mencari keberadaan beras plastik atau beras sintetis," kata Kabid Perdagangan Diskoperindag Bandarlampung Firmansyah.
Pihaknya baru mengambil contoh beras di Pasar Tugu dan Pasar Wayhalim, dan untuk pasar lainnya akan dilakukan sidak tapi secara bertahap.
Dia mengungkapkan, hingga saat ini belum ditemukan beras plastik beredar di Bandarlampung, mengingat beras yang beredar di Lampung ini adalah asli hasil panen dari petani Lampung. Tapi, pihaknya tetap mengambil sampel beras pada dua toko yang ada di Pasar Tugu dan dua toko yang ada di Pasar Wayhalim.
"Hasil sampel yang kita ambil, semuanya beras asli dan tidak ada yang dicampur dengan beras sintetis," kata dia lagi.
Pewarta : Roy Baskara
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
