Logo Header Antaranews Lampung

Harga Beras Naik

Senin, 3 November 2014 11:09 WIB
Image Print
Stok beras cukup. (Foto ANTARA/Dhedez Anggara)
Harga beras diperkirakan akan naik lagi jika harga BBM bersubsidi dinaikkan pemerintah tahun ini, karena biaya produksi dan biaya transportasi beras juga naik

Bandarlampung (Antara Lampung) - Harga beras di sejumlah sentra penjualan kebutuhan pokok itu di Bandarlampung dalam tiga terakhir

, sementara operasi beras Perum Bulog telah digelar untuk menekan kenaikan harga beras tersebut.

Sejumlah pedagang beras di Pasar Tugu Bandarlampung, Senin, menyebutkan kenaikan harga beras berkisar Rp100- Rp200 untuk setiap kilogramnya, namun masih berpeluang naik karena musim tanam padi di Lampung diperkirakan berlangsung pada Desember atau Januari.

"Harga beras dari penggilingan naik seperti merek SJ dan Koki naik sebesar Rp200 untuk setiap kilogramnya. Harganya beras SJ mencapai Rp11.200/kg, sedang beras Koki Rp10.400/kg," kata Edi Susanto, salah satu agen beras di Pasar Tugu Bandarlampung.

Ia menyebutkan harga beras asalan maupun yang berkualitas sedang juga naik tipis.

"Penyebabnya, di antaranya faktor hujan, sehingga gabah sulit dikeringkan sebelum digiling. Padahal pengeringan gabah umumnya masih secara manual," katanya.

Pedagang beras lainnya, Ny Rodjie, juga menyebutkan harga beras naik meski Perum Bulog sudah menggelar Operasi Pasar Beras Murah sejak tiga hari lalu.

"Hari ini harga beras merek SJ dan Koki naik. Harga beras jenis medium dan asalan juga naik. Harga beras paling murah Rp8.500/kg, sedang beras premium sudah di atas Rp11.000/kg," katanya.

Selain itu, ia juga menyebutkan beras yang dijual dalam OP Beras Bulog juga kurang laku, karena harganya mencapai Rp7.500/kg atau hampir mendekati harga beras Lampung yang berkualitas asalan.

"Harga beras asalan Rp8.500/kg sudah bagus mutunya dan rasanya juga enak, sedang harga beras Bulog mencapai Rp7.500/kg.Karena selisih harga cukup tipis, warga lebih suka memilih beras lokal," katanya.

Dia juga menyebutkan mutu beras OP Beras Bulog tahun ini tidak sebaik tahun lalu, sedang mutunya juga tak sebaik beras OP Beras Bulog tahun 2013 itu.

Harga beras di Pasar Sukarame Bandarlampung juga naik tipis dibandingkan minggu lalu, namun pasokannya tetap lancar.

Harga beras diperkirakan akan naik lagi jika harga BBM bersubsidi dinaikkan pemerintah tahun ini, karena biaya produksi dan biaya transportasi beras juga naik.

Para pedagang memperkirakan harga beras hanya naik tipis jika harga BBM naik, karena beras yang dijual di daerah itu umumnya beras lokal, meski ada sebagian kecil beras asal Jawa yang dijual di pasar-pasar modern.

Persediaan beras di gudang Bulog Divre Lampung per September 2014 mencapai 52.506 ton.

Pada tahun 2014, Perum Bulog Divre Lampung menargetkan pengadaan sebanyak 115.000 ton, dan hingga September 2014 telah terpenuhi sebanyak 69,91 persen (pengadaan 80.397 ton).



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026