Logo Header Antaranews Lampung

Presiden Minta Pramuka Cegah Radikalisasi

Jumat, 15 Agustus 2014 09:10 WIB
Image Print

Jakarta (ANTARA LAMPUNG) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pendidikan karakter yang ada dalam Gerakan Pramuka bisa menjadi salah satu pencegah masuknya paham-paham radikal termasuk yang menggunakan simbol agama kepada generasi muda.

"Pendidikan karakter penting untuk bentuk generasi muda yang unggul, mandiri, pantang menyerah dan mampu hadapi tantangan jaman," kata Presiden saat menjadi Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Pramuka ke-53 di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Kamis (14/8) sore.

Kepala Negara menambahkan,"pada saat yang sama Gerakan Pramuka juga menjadi benteng dari paham yang sesat dan menyimpang apalagi kekerasan dan mengarah pada aksi terorisme."

Lebih lanjut Presiden mengatakan dengan perannya seperti itu maka sangat penting meningkatkan kualitas Gerakan Pramuka, bukan hanya dari jumlah peserta namun juga kualitas pelatihannya.

"Ini penting meningkatkan kualitas gerakan pramuka sebagai pembentuk kaum muda. bisa membentuk watak kepemimpinan dan jiwa bela negara," katanya.

Presiden menjelaskan,"akreditasi gugus depan (bisa dilakukan-red) untuk meningkatkan kualitas. Ini penting sebagai bagian dari revitalisasi Gerakan Pramuka, Meningkatkan pemaknaan nilai-nilai Pramuka sekaligus kegiatan kepramukaan yang lebih berguna ini, menjadi penting, bukan kuantitas semata namun juga kualitas."

Presiden mengatakan sesuai dengan tantangan jaman, maka Gerakan Pramuka juga harus dapat mengimbangi tantangan itu.

"Pesatnya Teknologi Informasi harus dibentengi kepribadian luhur yang dilandasi nilai pancasila. Ini tidak boleh membuat bangsa ini kehilangan kesantunan. ancaman saat ini bukan hanya dalam peperangan namun juga infiltrasi budaya termasuk gerakan ekstrim dan radikal," tegasnya.

Presiden mengatakan melalui pendidikan nilai yang terkandung, dan selalu diperbaharaui, ancaman itu dapat diminimalkan.

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault mengatakan dengan masuknya Pramuka ke dalam kurikulum 2013 maka peningkatan kualitas pelatih, kualitas bahan pelatihan dan juga gugusdepan yang terakreditasi sehingga terjamin mutunya terus dilakukan.

"Ekstrakurikuler wajib Pramuka mendukung dengan pendidikan karakter yang dibutuhkan Bangsa Indonesia. Karena tidaklah cukup anak-anak bila hanya mendapatkan pendidikan formal di sekolah, tanpa pendidikan formal dalam keluarga dan pendidikan non formal yang diisi oleh pendidikan kepramukaan," kata Adhyaksa.

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat Dede Yusuf Effendi mengatakan implementasi pendidikan karakter melalui Gerakan Pramuka sebagai ekstrakulikuler wajib pada kurikulum 2013 perlu disiapkan alur kerja sama yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan kwartir Gerakan Pramuka.

"Perlu ada semacam surat keputusan bersama antara Mendikbud, Menteri Agama, Menpora dan Kwartir Gerakan Pramuka mengenai hal ini, semacam SKB begitu," katanya.

Mantan Wagub Jabar yang pada kesempatan itu menerima Lencana Karya Bakti Pramuka itu mengatakan surat keputusan bersama dapat memperjelas detail-detail terkait pelaksanaan di lapangan sehingga tujuan dari dimasukkan Pramuka ke dalam kurikulum 2013 dapat tercapai.

"Kita siap melaksanakannya di daerah, sejumlah pelatihan dan persiapan sudah dilakukan, namun anak didiknya kan jumlahnya jutaan, ini perlu porsi kerja yang tepat untuk masing-masing (pemangku kebijakan-red)," katanya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026