Logo Header Antaranews Lampung

Harga Gabah Petani Lampung Naik

Kamis, 5 Desember 2013 11:24 WIB
Image Print

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Harga gabah kering panen (GKP) petani di sejumlah kabupaten Lampung selama November 2013 mengalami kenaikan 3,2 persen dari Rp4.130 per kilogram.

"Selain itu, harga gabah di tingkat penggilingan dengan kualitas yang sama juga naik 3,14 persen dari Rp4.220 per kilogram. Kenaikan harga gabah itu disebabkan musim kemarau di beberapa sentra tanaman padi di Lampung," kata Kepala Badan Pusat Statistik Lampung Adhi Wiriana, di Bandarlampung, Kamis (5/12).

Ia menyebutkan, harga gabah tertinggi di tingkat petani mencapai Rp4.500/kg, pada gabah kualitas GKP dengan varietas ciherang, melati, dan galur terdapat di Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur dan Trimurjo Lampung Tengah.

Menurutnya, masih dengan kualitas yang sama harga gabah terendah mencapai Rp3.600/kg, yakni varietas muncul terdapat di Kecamatan Sragi Lampung Selatan. Harga tersebut masih di atas harga pembelian pemerintah (HPP), yakni Rp3.300/kg.

Di tingkat penggilingan lanjutnya, harga gabah tertinggi Rp4.595/kg yakni varietas ciherang terdapat di Kecamatan Tirmurjo Lampung Tengah, sedangkan harga gabah terendah kelompok kualitas GKP Rp3.700/kg dengan vareitas muncul terdapat di Kecamatan Sragi Lampung Selatan. Harga tersebut masih di atas harga HPP sebesar Rp3.350/kg.

Adhi menambahkan survei harga produsen gabah selama November tersebut mencata 26 observasi yang terdapat di empat kabupaten terpilih.

Observasi didominasi oleh kelompok gabah kualitas GKP 23 observasi, kelompok gabah kualitas rendah tiga observasi, dan tidak dijumpai kelompok gabah kualitas gabah kering giling (GKG).

Sementara itu harga beras di pasar tradisional Bandarlampung stabil. Untuk harga beras IR 64 Slip antara Rp9.000-Rp10.000/kg. Sedangkan beras asalan Rp7.600--Rp7.700/kg.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026