Logo Header Antaranews Lampung

Permintaan Atas Ikan Melonjak

Kamis, 18 Juli 2013 09:41 WIB
Image Print
Pasar Gudanglelang dipadati warga yang hendak membeli ikan. Sehubungan pasokan ikan terbatas, harganya pun melambung tinggi. (FOTO ANTARA LAMPUNG/Hisar Sitanggang)

Waykanan, Lampung, (Antara Lampung) - Permintaan atas ikan di Kabupaten Waykanan Lampung pada Ramadhan 1434 Hijriah/2013 mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya.

"Biasanya sekali jual habis sekitar 1,2 kuintal, sekarang ada kenaikan tapi tidak terlalu banyak, sekitar 10 kilogram hingga 20 kilogram," ujar Andre Hasan, pedagang Pasar Pemda Waykanan di Blambangan Umpu yang berada sekitar 220 km sebelah utara Kota Bandarlampung, Kamis.

Permintaan tertinggi ada pada ikan patin, sekitar 50 kilogram dalam laku terjual, adapun ikan jenis lain tidak sampai sebanyak itu.

Selain permintaan yang meningkat, harga sejumlah ikan juga mengalami kenaikan, tongkol dari Rp18 ribu menjadi Rp20 per kilogram. Ikan lele dari Rp20 ribu menjadi Rp21 ribu/kg, kemudian ikan mas dari Rp25 ribu/kg menjadi Rp30 ribu/kg.

Untuk ikan patin, lanjutnya, mengalami kenaikan Rp2 ribu, dari sebelumnya Rp22 ribu/kg menjadi Rp24 ribu/kg.

Pantauan, kestabilan harga pada sumber protein hewani terjadi pada daging sapi dan ayam.


"Harga daging sapi stabil, Rp120 ribu per kilogram," ujar Siti Khotimah, pedagang daging di pasar sama dengan Andre menambahkan.

Namun demikian, apabila ada calon pembeli yang mendesak dan menawar Rp100 ribu per kilogram, maka ia akan melepaskan dagangannya seharga penawaran itu.

"Saya hanya membawa sedikit, sekitar 10 kilogram saja, jarang yang membeli karena mahal. Kalau murah dagangan cepat habis," katanya lagi.

Kestabilan harga juga terjadi pada ayam potong, rata-rata Rp20 ribu/kg. Namun rata-rata ayam potong bisa berbobot dua kilogram lebih.

"Sekarang harganya sebesar itu. Namun dalam waktu dekat harganya sangat mungkin naik lagi," ujar Yuli, pedagang ayam potong.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026