
Menghidupi Keluarga Dengan Usaha Batu

Lelaki muda itu sedang duduk santai bersama putrinya di sebuah gubuk berukuran 2x3 meter yang sudah hampir roboh di Dusun Batambaya, Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah.
Di tangan putri keduanya bernama Irma (2) terlihat lentera kecil. "Ini merupakan alat penerangan rumah pada malam hari," kata Sertana (37), salah seorang warga komunitas adat terpencil (KAT) di Dusun III Batambaya Desa Kalora Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi,"Kamis.
Dusun Batambaya merupakan salah satu lokasi permukiman masyarakat KAT Etnis Da'a yang selama bertahun-tahun mendiami Pegunungan Gawalise.
Kebanyakan warga yang tinggal di sana selama ini mencari hidup dari mengumpulkan batu-batu untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan.
Saban hari, ayah dari dua putri itu harus turun ke sungai-sungai yang ada di wilayah Desa Kalora, sekitar 14 kilometer dari Palu,Ibu Kota Provinsi Sulteng untuk mengumpulkan batu dan kemudian menjualnya kepada para pengusaha atau sopir truk angkut batu dan pasir yang datang membeli langsung.
Pekerjaan tersebut sudah dilakoninya sejak masih usia sembilan tahun ketika masih bersama orang tuanya. "Ya boleh dikatakan mencari batu sudah merupakan mata pencaharian utama kami," katanya.
Meski harus menahan teriknya matahari, Sertana tetap mengumpulkan batu dengan harapan bisa dijual dan uangnya tentu untuk membeli berbagai keperluan sehari-hari.
Sehari bisa mendapatkan penghasilan Rp75 ribu. "Biasanya kalau banyak batu dikumpulkan bisa lebih dari itu," ujar pria berambut keriting itu.
Sementara istrinya Matria tinggal di rumah menjaga kedua putri mereka saat pak Sertana pergi kerja mengumpulkan batu.
Selama ini mereka sangat mendambakan memiliki rumah yang lebih bagus untuk bisa ditinggali dengan nyaman. Paling tidak kalau hujan tidak lagi bocor.
Gubuk yang mereka miliki sekarang ini hanya berdindingkan papan dan atap daun rumbia yang sudah rusak. Setiap hujan pasti basah karena atap rumah sudah banyak yang rusak.
Namun di tengah-tengah kondisi ekonomi yang memprihatinkan, masyarakat KAT Dusun Batambaya boleh berbahagia karena tanpa disangka mendapatkan sejumlah bantuan dari Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri.
Pewarta : Anas Masa
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
