Logo Header Antaranews Lampung

Euro Menguat Terhadap Dolar

Rabu, 5 Desember 2012 07:56 WIB
Image Print
Euro (AP/deutsche-welle.com)

New York (ANTARA/AFP) - Kurs euro mempertahankan kenaikannya selama sepekan terhadap dolar pada Selasa (Rabu pagi WIB), didukung oleh Yunani yang mendapatkan perpanjangan dua tahun pada target defisitnya dari Uni Eropa.

Pada 22.00 GMT (Rabu 05.00 WIB) euro berada di posisi 1,3096 dolar, dibandingkan dengan 1,3051 dolar pada Senin.

Sementara yen menguat terhadap keduanya, naik menjadi 81,88 yen terhadap dolar dari 82,24 yen, dan menjadi 107,22 yen per euro dari 107,36 yen.

Euro memperkuat pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) dan bank sentral Inggris (BoE) pada Kamis, dengan ECB diperkirakan tidak akan menurunkan suku bunga meskipun ekonomi stagnan dan tekanan inflasi lebih rendah.

Pelemahan dolar terjadi karena Demokrat dan Republik di Washington tampak masih menemui jalan buntu dalam pembicaraan krisis untuk menghindari jurang fiskal.

Presiden Barack Obama mengisyaratkan dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg TV bahwa perjanjian sempit mungkin dicapai untuk membantu negara melewati jurang fiskal kenaikan pajak dan pemotongan belanja yang dijadwalkan mulai berlaku 1 Januari, tetapi rincian lebih luas rencana pengurangan defisit jangka panjang masih belum disepakati.

Euro melonjak terhadap franc Swiss, menjadi 1,2134 franc dari 1,2084 franc, setelah Credit Suisse mengumumkan akan membebankan bunga atas deposito franc yang besar, mengirim para nasabah melarikan diri ke euro, Neal Gilbert dari GFT mengatakan.

"Dalam sebuah penyerbuan untuk mendapatkan uang mereka jauh dari franc dan menghindari biaya tersebut, euro-franc meroket dan memberikan dukungan beberapa euro-dolar serta mata uang berisiko lainnya semalam dan sepanjang hari."

Dolar naik menjadi 0,9264 franc dari 0,9255 franc.

Sementara pound Inggris naik lebih tinggi terhadap greenback menjadi 1,6098 dolar dari 1,6090 dolar.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026