Logo Header Antaranews Lampung

Kabut asap menyelimuti, Dompet Dhuafa hadirkan Safe School di SMPN 9 Sampit

Minggu, 20 September 2026 07:09 WIB
Image Print
Para siswa di SMP Negeri 9 Sampit, Kotawaringin Timur, belajar di dalam ruangan aman asap (Safe School) yang diinisiasi oleh Dompet Dhuafa. ANTARA/HO-DOMPET DHUAFA.

Kalimantan Tengah (ANTARA) - Dampak kabut asap di wilayah Kotawaringin Timur masih terus dirasakan hingga Selasa (15/09/2026). Meskipun demikian, kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka tetap dilangsungkan.

Untuk mengatasi situasi ini, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) merespons dengan menggulirkan program Safe School di SMP Negeri 9 Sampit.

“Dampak asap karhutla ini memang mengganggu dan merugikan bagi kita semua, tapi asap itu juga tidak hilang jika kita berdiam diri saja. Adalah Safe School, yang menjadi salah satu upaya dan dukungan agar kegiatan belajar mengajar tetap bisa berjalan dengan aman," ujar Penanggungjawab Pemadaman Karhutla Kalimantan DMC Dompet Dhuafa Erwandi Saputra dalam keterangan di Bandarlampung, Minggu.

Sekitar 500 masker telah dibagikan kepada para siswa, siswi, dan tenaga pengajar. Selain pembagian masker, DMC Dompet Dhuafa juga menyediakan ruangan khusus bernama Safe School (Ruang Aman Asap).

Ruangan itu dilengkapi dengan kipas penyedot udara (exhaust fan), akuarium, serta berbagai tanaman guna menetralisir dampak asap yang sulit dihindari di lingkungan sekolah.

Kepala Sekolah SMPN 9 Sampit Jelita pun menyampaikan apresiasinya terkait inisiatif tersebut.

“Harapannya ruang aman asap (Safe School) ini bisa menjadi tempat berlindung dari asap jika ada siswa-siswi kami yang mengalami gangguan kesehatan selama proses pembelajaran berlangsung," ujar Jelita.



Pewarta :
Editor: Citro Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026