Logo Header Antaranews Lampung

Empat Sastrawan Lampung Ikuti Temu Sastra MPU

Sabtu, 13 Oktober 2012 19:24 WIB
Image Print

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Empat sastrawan Lampung mengikuti Temu Sastra Mitra Praja Utama (MPU) VII di Yogyakarta, 15-17 Oktober 2012.

Salah satu sastrawan yang siap berangkat ke Yogyakarta itu, Isbedy Stiawan ZS, di Bandarlampung, Sabtu membenarkan dia bersama tiga sastrawan Lampung lainnya, yaitu Arman AZ, Agit Yogi Subandi, dan Ari Pahala Hutabarat diutus melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Lampung mengikuti Temu Sastra MPU di Yogyakarta.

"Ya, kami berempat siap berangkat ke Yogyakarta untuk mengikuti Temu Sastra MPU itu," ujar Isbedy pula.

Dalam penjelasan tertulis, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lampung Gatot Hudi Utomo menjelaskan, keempat sastrawan yang dikirim mengikuti Temu Sastra MPU tersebut adalah Arman AZ, Agit Yogi Subandi, Isbedy Stiawan ZS, dan Ari Pahala Hutabarat.

Duta sastra Lampung itu dikirimkan ke Yogyakarta atas kerja sama Disbudpar dan Dewan Kesenian Lampung (DKL).

"DKL yang merekomendasikan sastrawan yang layak diutus, sekaligus mendukung pendanaan untuk dua orang sastrawan itu," ujar Gatot.

Empat sastrawan Lampung itu didampingi Kabid Kebudayaan Disbudpar Lampung, Yusuf Rusman.

Ketua Harian DKL, Hary Jayaningrat mewakili Ketua Umum DKL, Sjafariah Widiati mengatakan, sebagai mitra pemerintah maka DKL selalu mendukung kegiatan kesenian yang dilaksanakan pemerintah.

"Temu Sastra MPU adalah program kebudayaan dan pariwisata peserta MPU, sehingga DKL sepantasnya mendukung," kata Hari pula.

Temu Sastra MPU pertama kali digelar tujuh tahun silam oleh Disbudpar Banten, disusul kemudian oleh Provinsi Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, Jawa Timur, dan yang ke-7 di Yogyakarta.

Menurut Isbedy Stiawan ZS, sastrawan yang dijuluki HB Jassin sebagai "Paus Sastra Lampung", dia telah mengikuti lima kali Temu Sastra MPU, dan menilai bahwa kegiatan sastra itu sangat bermanfaat bagi masing-masing provinsi dalam memajukan seni sastra di daerah masing-masing.

Dia juga menyatakan akan mendukung harapan agar Banten menjadi tuan rumah Temu Sastra MPU VIII tahun 2013 mendatang.

"Banten memang banyak memiliki sastrawan dan pegiat sastra yang sudah dikenal di tanah air, sehingga saya mendukung keinginan Banten membawa kembali perhelatan ini, sambil menunggu kesiapan NTB dan NTT sebagai tuan rumah selanjutna," kata Isbedy lagi.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026