
Tim SAR hentikan pencarian nelayan hilang di laut Lampung Selatan

Lampung Selatan (ANTARA) - Tim Search and Rescue (SAR) gabungan menghentikan operasi pencarian terhadap seorang nelayan bernama Ajum (52) warga Pandeglang, Banten yang hilang usai kecelakaan KM Bima Suci ditabrak kapal kargo di perairan Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan pada Selasa (5/5) lalu.
Kepala Pos SAR Bakauheni Basarnas Lampung Rezie Kuswara, dalam keterangannya di Kalianda, Kamis, mengatakan penghentian operasi pencarian dilakukan sesuai prosedur standar setelah upaya pencarian maksimal tidak membuahkan hasil.
“Operasi pencarian terhadap korban nelayan hilang resmi dihentikan setelah dilakukan pencarian selama tujuh hari,” kata dia.
Ia menjelaskan selama proses pencarian, tim SAR gabungan telah menyisir sejumlah titik di perairan sekitar lokasi kejadian menggunakan kapal pencarian milik Basarnas dan TNI AL serta koordinasi dengan nelayan setempat.
Menurut dia, cuaca dan kondisi gelombang di lokasi pencarian sempat menjadi kendala bagi tim dalam melakukan penyisiran area laut.
Meski operasi SAR resmi dihentikan, pihaknya tetap meminta nelayan dan masyarakat pesisir segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Kami tetap melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan masyarakat sekitar apabila ada informasi lanjutan terkait korban,” ucap dia.
Dirinya menjelaskan, operasi pencarian tersebut melibatkan unsur SAR, TNI AL, Polairud, BPBD, nelayan, dan masyarakat setempat.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang setelah perahu yang digunakannya diduga mengalami benturan dengan kapal kargo yang sedang melintas di perairan tersebut.
“Kronologi kejadian itu bermula pada 4 Mei 2026 sekitar pukul 08.00 WIB kapal KM Bima Suci pergi untuk mencari ikan di perairan Merak Belantung ketika dalam perjalanan, pada tanggal 05 Mei 2026 Pukul 03.00 kapal mereka di tabrak oleh kapal Kargo. Dengan total POB, 4 orang 3 orang dari kecelakaan tersebut selamat dan 1 orang hilang,” ungkapnya.
Pewarta : Riadi Gunawan
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
