
"Fly-over" Dibangun, Jalinsum Makin Macet

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG)- Arus lalu lintas di sejumlah titik Jalan Lintas Sumatera Ruas Rajabasa-Panjang kini macet parah sebagai dampak pembangunan dua jembatan layang sekaligus di perempatan Kalibalok dan Wayhalim Bandarlampung.
Kemacetan itu juga mengakibatkan debu jalanan makin tebal yang menyelimuti permukiman penduduk dan bangunan lainnya, seperti rumah sakit dan sekolahan yang terdapat di pinggiran jalan lintas tersebut, demikian pantauan di sejumlah titik Jalinsum Bandarlampung, Selasa.
Dua jembatan layang di atas Jalinsum sedang dibangun untuk menghubungkan Jalan Pangeran Antasari dan Jalan Tirtayasa, serta Jl Sultan Agung dan Jl Ryacudu.
Terkait pembangunan itu, akses masuk ke Jl Antasari dan Jl Sultan Agung ditutup total. Padahal, kedua jalan itu merupakan jalan utama menuju pusat kota.
Akibat penutupan itu, pengemudi mencari jalan-jalan alternatif sehingga mengakibatkan arus lalu lintas tersendat di banyak titik, termasuk di Jalinsum.
Untuk menghindari kemacetan, banyak pengemudi yang melintasi Jalinsum memilih menjalankan kendaraannya di tanah urukan, sehingga debu tebal berterbangan menyelimuti bangunan di kawasan jalan nasional tersebut.
Debu di Jalinsum makin parah sejak jalan itu tersebut diuruk dan ditimbun dengan debu beton. Kini, puluhan ribu warga yang berdiam di kawasan Jalinsum harus menghirup debu jalan itu setiap harinya, karena pemerintah pusat tetap mengabaikan perbaikannya.
Sejumlah pengendara saat diminta tanggapannya, meminta Walikota Bandarlampung Herman HN untuk menekan kontraktor agar pembangunan jembatan layang itu tepat waktu.
Selain itu, kata Duan, Pemkot Bandarlampung dan pihak kepolisian perlu lebih aktif mengatur arus kendaraan untuk mengurai kemacetan di Jalinsum dan jalan-jalan alternatif lainnya.
"Untuk mengurangi pencemaran debu terhadap penduduk sekitar, rumah sakit dan sekolahan, Pemkot Bandarlampung juga diharapkan aktif menyiram jalanan yang belum diaspal di Jalinsum, agar tidak berdebu," katanya.
Pembangunan dua jalan layang di Kota Bandarlampung telah dicanangkan Wali Kota Herman HN pada pertengahan Juli 2012. Hingga sekarang, kemajuan pembangunan fisik proyek itu dinilai sangat lambat.
Padahal, pembangunan dua jembatan layang tersebut ditargetkan selesai selama 10 bulan atau pada Mei 2013.
Untuk jembatan layang di Jalan Pangeran Antasari-Jalan Tirtayasa, pembangunannya dilaksanakan PT Mawartindo Road Construction dengan nilai kontrak Rp30,62 miliar. Sedangkan pembangunan jembatan layang di Jalan Sultan Agung-Jalan Ryacudu dikerjakan PT Nugraha Aditaruna dengan nilai kontrak Rp30,49 milar.
Pewarta :
Editor:
Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
