
IBI Darmajaya Masuk Tim ICT "Smart City"

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Informatics and Business Institute Darmajaya Lampung termasuk dalam tim Information Communication Technology yang dibentuk Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam upaya mengembangkan "Smart City" atau Kota Cerdas.
Wakil Rektor III IBI Darmajaya, Novita Sari SSos MM, didampingi dosen Teknik Informatika IBI Darmajaya, Muhammad Said Hasibuan MKom, di Bandarlampung, Senin, mengatakan "Smart City" merupakan pembangunan kota cerdas agar aparatur pemerintahan mampu mengetahui secara dini kebutuhan riil masyarakatnya, sehingga senantiasa dapat terpenuhi atau mengantisipasi keinginan publik tersebut melalui beragam aplikasi dan inovasi teknologi informasi.
"Sebagai contoh aplikasi sederhananya adalah adanya panel elektronik mengenai jadwal pemberhentian dan perjalanan di setiap halte bis yang ada di kota tersebut, untuk membantu terpenuhi kebutuhan transportasi," kata dia.
Kepala Aptikom Provinsi Lampung, Siad, menambahkan contoh aplikasi lainnya, yaitu mobil ambulans yang terhubung dengan unit gawat darurat (UGD) rumah sakit terdekat dan Palang Merah Indonesia (PMI), untuk menjamin ketersediaan donor darah pada setiap insiden kecelakaan yang terjadi sehingga dapat menyelamatkan jiwa korban.
"Contoh lainnya adalah aplikasi manajemen lampu merah, untuk memastikan kelancaran transportasi di jalan-jalan utama atau protokol kota yang bersangkutan," kata dia lagi.
Kemudian itu, lanjut dia, aplikasi lainnya adalah seperti sistem peringatan dini bencana alam, aplikasi kesehatan terpadu, sistem belajar atau pelayanan pendidikan berbasis online, aplikasi pelayanan publik 24 jam/7 hari dalam seminggu, jaringan kemitraan UKM, dan lain sebagainya," ujar Said pula.
Dia mengemukakan, sejak tahun 2011, IBI Darmajaya telah masuk tim ICT Pura yang bertugas melakukan pemeringkatan "Smart City" bekerjasama dengan Aptikom dan Kementerian Kominfo.
"Pemeringkatan Smart City ini sering disebut sebagai kegiatan Information Communication Technology atau ICT-Pura," kata dia.
Ia mengibaratkan ICT-Pura seperti kegiatan pemberian penghargaan Adipura yang fokus terhadap kebersihan, sedangkan ICT Pura fokus pada memetakan pemberdayaan ICT kepada masyarakat, pemerintah, kalangan bisnis, akademik, dan DPRD.
"Pada tahun 2011 sudah menghasilkan lima besar untuk Provinsi Lampung, yaitu Kabupaten Lampung Timur, Kota Metro, Kabupaten Lampung Selatan, Kota Bandarlampung, dan Kabupaten Lampung Utara.
Namun, dari lima kota tersebut, belum ada yang masuk peringkat nasional, kata dia menyayangkan.
Penyebabnya, menurut dia, nilai indeksnya masih di bawah dua, dan hanya satu kabupaten yang mempunyai nilai indeks 2.08 yakni Lampung Timur.
Pada 2012, kata dia pemeringkatan ICT Pura dilakukan untuk kabupaten Lampung Barat, Lampung Tengah, Tulang Bawang Barat, Tulang Bawang, Mesuji, Pringsewu, dan Waykanan.
Hasil pemeringkatan ICT Pura 2012 akan diumumkan di Medan, Sumut, pada saat Rakornas Aptikom, 18-20 Oktober 2012.
Sebelumnya, 16-17 Oktober akan dilakukan kegiatan untuk membentuk Indonesia Cyber Army di Medan.
Informasi lebih lengkap dapat mengakses http://www.indonesiancyberarmy.web.id/, kata dia lagi.
Said menambahkan, dalam waktu dekat IBI Darmajaya dan Aptikom juga akan mengadakan seminar International Conference Integration Government Academic and Business (ICI GAB), dengan menghadirkan pembicara dari University Tech Tokyo, Prof Khirota, dan Dr Chastine, serta Ketua Aptikom Pusat, Prof Dr Richardus EkoIndrajit yang pelaksaaannya akan digelar di gedung Pascasarjana IBI Darmajaya.
Pada saat yang sama akan digelar pula final lomba blog se-Provinsi Lampung.
Pewarta :
Editor:
Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
