
Pilot Senior Aan Jadi Korban Sukhoi

Bandung (ANTARA LAMPUNG) - Salah seorang penumpang pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak Kabupaten Bogor, Jabar, diketahui seorang pilot senior bernama Kapten Aan Husdiana Wiganda.
"Beliau ikut karena mendapatkan undangan dari Sukhoi atas nama Kartika Airlines," kata kakak ipar Aan Husdiana, Asrizal di kediamannya Jalan Pandu Nomor 13 Kota Bandung, Kamis.
Ia menuturkan, pihak keluarga mengaku tidak menyangka bahwa Aan Husdiana akan menjadi korban dari jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 tersebut.
Dimata Asrizal, adik iparnya itu merupakan sosok pilot senior yang sangat mencintai pekerjaannya.
Ia mengatakan, Aan Husdiana telah bekerja sekitar 10 tahun di Kartika Airlines.
Sepuluh tahun terakhir Aan bekerja sebagai Manager Operasional Kartika Airlines, namun juga pernah dimintai jadi pilot di Trigana dan Sriwijaya Air.
"Tadinya dia lama kerja di Bouraq Airlines. Dia itu sangat setia pada bekerjaanya yang dulu, sampai kolaps lalu pindah ke Kartika," ujar Asrizal.
Menurut dia, pada mulanya adik iparnya tersebut akan ikut terbang pada jadwal yang pertama, yakni pukul 10.00 WIB.
"Tapi Aan ada yang ketinggalan, jadi ikut jadwal yang kedua," katanya.
Asrizal mengatakan, dirinya mendapatkan kabar bahwa pesawat jatuh Rabu 9 Mei selepas magrib.
"Dan istri saya langsung histeris saat mendapat kabar bahwa pesawat yang ditumpangi adik ipar saya itu crash," kata dia.
Istri Aan Husdiana bernama Siti Gina Sarimunah dan mereka telah dikarunia dua orang putera, yakni Angga Tirta (27) alumni SBM Institut Teknologi Bandung (ITB) serta Wignu Mughni (23) yang juga alumni ITB.
Kapten Aan Husdiana merupakan lulusan dari Lembaga Pendidikan Penerbangan (LPP) Curug Angkatan 21 dan pernah disekolahkan Bouraq Airlanes ke Filipina.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
