Logo Header Antaranews Lampung

Pasokan Lada Berkurang

Jumat, 24 Februari 2012 07:49 WIB
Image Print
Buah lada hasil panen petani Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung. (Foto ANTARA/Gatot Arifianto)

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Harga lada hitam di Kota Bandarlampung cenderung naik karena berkurangnya pasokan komoditas unggulan Lampung itu dalam sepekan terakhir.

Menurut Adi, agen komoditas kopi di Kelurahan Kota Karang Bandarlampung, Jumat, melonjaknya harga lada hitam karena banyak petani yang belum panen terkendala cuaca hujan.

"Kualitasnya pun masih kurang baik sehingga harganya pun tinggi," katanya.

Komoditas lada membutuhkan cuaca untuk mengurangi kadar airnya. Jika lada hitam kering maka kualitasnya akan baik.

Saat ini harga lada hitam di tingkat agen berkisar Rp47 ribu - Rp48 ribu/kg, pekan lalu hanya berkisar Rp45 ribu/kg.

"Pihak eksportir pun belum berani mengambil banyak lada karena kualitasnya masih rendah. Padahal permintaan atas lada sedang tinggi, terutama di kawasan eropa yang udaranya sedang minus sehingga membutuhkan lada hitam sebagai bahan campuran minuman dan makanan untuk penghangat tubuh," kata dia.

Menurutnya, para eksportir akan meningkatkan permintaan lada pada Mei hingga Juni, karena saat itu diprediksi panen raya berlangsung.

Barang yang didapat, lanjut dia, dari Kabupaten Tanggamus yang jaraknya 110 km dari Bandarlampung, dan juga dari Kabupaten Lampung Barat yang harus menempuh jarak 180 km.

Sementara itu, para pedagang eceran yang di Pasar SMEP mengeluhkan tentang kualitas barang yang mereka dapatkan.

"Kualitas barang yang diterima dari agen kurang bagus, sehingga harus membeli ke petani yang jaraknya lumayan jauh," kata Sarifah, pedagang kebutuhan pokok.

Harga lada hitam saat ini Rp85 ribu/kg, biasanya hanya Rp75 ribu/kg.

"Meskipun harga naik, hal itu tidak berpengaruh terhadap omzet penjualan, karena sampai saat ini masih stabil," katanya.




Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026