
Permintaan Serabut Kelapa Lampung Timur Meningkat

luas perkebunan kelapa di Kabupaten Lampung Timur yang mencapai 26.291 hektare atau sekitar 58 persen dari total luas perkebunan daerah tersebut seluas 45.330 hektare
Sukadana (ANTARA LAMPUNG) - Permintaan serabut kelapa di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung meningkat sebagai bahan baku pembuatan serat ekspor dari daerah tersebut.
"Kebutuhan meningkat karena perajin memperbanyak produksi memanfaatkan sinar matahari untuk mempermudah pengeringan," kata Sudarmaji perajin serat di Desa Kampungtua Kecamatan Margatiga Lampung Timur, Senin.
Ia mengatakan, pembelian serabut kelapa sekarang juga naik dari Rp13.000 menjadi Rp15.000 per meter kubik di tingkat petani sejak beberapa bulan terakhir terhitung sejak awal kemarau.
Menurutnya, pengolahan serat saat ini cukup tinggi karena didukung dengan sinar matahari langsung untuk penjemuran setiap harinya sejak awal musim kemarau dan pasokan dari petani kelapa juga meningkat.
Ia mengatakan, pengiriman serat-serat tersebut mencapai puluhan ton dalam satu bulan didukung dengan kelancaran pengeringan tersebut.
Kemudian, katanya, perajin sekarang ini memanfatkan musim kemarau untuk memperbanyak pasokan karena cukupnya sinar matahari sedangkan beberpa waktu ke depan diperkirakan sudah musim hujan yang membuat pengeringan lebih lama dan pasokan cenderung menurun dari perajin untuk pengekspor.
Perajin di Desa Gunungpasirraya Kecamatan Sekampungudik, Bernadi mengatakan, perajin sekarang ini membutuhkan pasokan dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan ekportir tersebut.
"Permintaan sangat tinggi hingga perajin meningkatkan produksi untuk memenuhinya mumpung sinar matahari mencukupi," katanya.
Pembelian serabut kelapa kepada petani, katanya, naik dari Rp12.000 menjadi Rp14.000 per meter kubik dalam kondisi kering maupun basah untuk digiling menjadi serabut-serabut halus.
Ia melanjutkan, serat halus dari serabut kelapa yang telah kering kemudian akan di kemas berbentuk persegi empat dan dikirim kepada pengekspor di sejumlah daerah tersebut.
Petani setempat, Endro, mengaku dengan adanya perusahaan pengolah serat di daerah tersebut cukup menguntungkan petani karena biasanya sabut kelapa tidak laku dijual namun sekarang ini nilai ekonominya cukup tinggi.
"Seusai panen kelapa biasnya petani hanya membiarkannya saja atau untuk bahan bakar, namun sekarang ini dapat menambah pendapatan petani," imbuhnya.
Berdasarkan data pembuatan serat ekpor tersebut didukung luas perkebunan kelapa di Kabupaten Lampung Timur yang mencapai 26.291 hektare atau sekitar 58 persen dari total luas perkebunan daerah tersebut seluas 45.330 hektare.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
