Logo Header Antaranews Lampung

Lamsel Belum Temukan Daging Berformalin

Selasa, 9 Agustus 2011 08:47 WIB
Image Print
PENJUALAN DAGING SAPI (ANTARA/Regina Safri)

Kalianda (ANTARA LAMPUNG) - Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Selatan sementara ini belum menemukan adanya peredaran daging "bermasalah" di sejumlah pasar tradisional di daerah tersebut, seperti daging "gelonggongan", daging ayam tiren (mati kemarin), suntikan maupun berformalin.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnak Lampung Selatan Agung Kusmartuti, di Kalianda, Selasa, menyatakan pihaknya telah memantau sejumlah pasar tradisional skala besar di daerah tersebut secara serentak beberapa hari ini, namun petugas belum menemukan adanya daging-daging bermasalah yang membahayakan konsumen.

Dia mencontohkan, pihaknya telah melakukan inpeksi mendadak di sejumlah pusat penjualan daging, namun sebagian mereka menjual daging dalam kondisi segar sehat dan utuh serta halal untuk dikonsumsi masyarakat.

Namun, lanjut Agung, meskipun sementara ini masih aman namun pihaknya akan tetap mengetatkan pengawasan perdagangan daging di pasar tradisional setiap hari melalui petugas secara bergantian.

Kemudian, Dinas Peternakan juga terus memantau sejumlah tempat pemotongan hewan di daerah itu, selama bulan suci Ramadhan hingga Lebaran 2011.

Pemantauan tersebut, katanya, untuk memastikan daging berasal dari tempat pemotongan dan dan beredar di sejumlah pasar daerah tersebut benar-benar aman, sehat, utuh dan halal.

Dia menjelaskan, dengan pemantauan langsung di tempat pemotongan maka dapat dipastikan daging-daging yang berasal dari dalam daerah itu dalam kondisi aman jika dikonsumsi oleh masyarakat.

"Kami berharap dalam proses pemotongannya hendaknya mengutamakan kesehatan daging dari tempat tersebut," katanya.

Dia mengatakan, pada saat ini kebutuhan daging dari masyarakat meningkat sehingga tempat potong meningkatkan volume pemotongan hewan baik sapi, ayam, kambing maupun kerbau dan membutuhkan pengawasan penuh.

"Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih selektif dalam membeli daging dengan memahami jenis dan tekstur daging tersebut," katanya.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026