Logo Header Antaranews Lampung

KNKT Akan Periksa Kapal Terbakar

Kamis, 4 Agustus 2011 06:09 WIB
Image Print

Bakauheni (ANTARA LAMPUNG) - Administrator Pelabuhan Bakauheni menyatakan Kapal Motor Penumpang (KMP) Bukit Samudera Perkasa (BSP) 1 segera diperiksa Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam beberapa hari ke depan terkait dengan kebakaran kapal tersebut.

"Pemeriksaan tersebut untuk mengetahui penyebab utama kebakaran yang terjadi di buritan bagian atas kapal tersebut," kata Kepala Adpel Bakauheni, Muhammad Ali, di Bakauheni, Kamis pagi.

Ia mengatakan, karena kejadiannya berada di wilayah Pelabuhan Bakauheni maka kapal tersebut saat ini sedang angker atau parkir pelabuhan itu menunggu tim dari KNKT turun untuk memeriksa.

"Kami belum tahu sampai kapan pemeriksaan dilakukan terhadap kapal yang terbakar tersebut," katanya.

Ia menjelaskan, petugas pemeriksa akan meminta keterangan dari sejumlah saksi dari perusahaan kapal tersebut serta anak buah kapal maupun nahkodanya.

Saat berangkat dari Pelabuhan Merak, katanya, kapal tersebut dalam kondisi baik, tanpa ada kerusakan mesin.

Bisa jadi, katanya, kebakaran tersebut karena kesalahan pemilik kendaraan yang menghidupkan mesin atau penumpang yang membuang puntung rokok sembarangan hingga menyambar tanki kendaraan tersebut.

"Dugaan kuat masih penyebab kebakaran mengacu pada dua kendaraan mini bus yang terbakar tersebut," katanya.

Ia mengatakan, meskipun tidak memakan korban jiwa, insiden kapal tersebut perlu diidentifikasi dengan jelas.

Kapal tersebut terbakar saat berada di alur masuk Pelabuhan Bakauheni Lampung, Rabu (3/8) sekitar pukul 19.30 WIB.

Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni, Heru Pruwanto, mengatakan, dugaan sementara terbakarnya kapal yang mengangkut penumpang dari Pelabuhan Merak tersebut berasal dari salah satu mini bus yang terbakar, kemudian kobaran api menjalar ke mini bus lain dan diesel listrik.

"Tidak ada korban dalam insiden ini, namun dua kendaraan mini bus hangus terbakar yang berada diparkiran dek atas bagian buritan kapal," katanya.

Kapal tersebut mengangkut 23 orang penumpang pejalan kaki dan 62 kendaraan berbagai golongan yang terdiri atas truk besar sembilan unit, bus besar lima unit, truk kecil tujuh unit, trailer tujuh unit dan kendaraan roda dua enam unit, mobil pribadi 20 unit, mobil bak terbuka 11 unit, "colt diesel" satu unit. dan dua unit mini bus yang terbakar. (Ant)



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026