
Usaha Ikan Bakar Terancam Gulung Tikar

Bandarlampung (ANTARA)- Sejumlah pedagang ikan bakar di tempat wisata bahari di Bandarlampung, meminta pemerintah setempat meningkatkan promosi wisata kuliner agar usaha mereka tidak gulung tikar.
"Sekarang semakin sulit mendapatkan keuntungan karena pengunjung sudah jauh berkurang," kata seorang pedagang ikan bakar, Farihin, di salah satu tempat wisata pantai di Telukbetung Barat, Bandarlampung, Rabu.
Menurut dia, kurangnya promosi tentang wisata bahari di daerah tersebut juga ikut berpengaruh.
"Biasanya dalam sehari saya menghabiskan 60 kilogram ikan, tetapi sekarang hanya 20 kg saja," kata dia.
Selain itu, lanjut dia, sulitnya mendapatkan bahan baku berupa ikan segar juga ikut berpengaruh.
Pedagang tersebut mengatakan, jenis ikan yang biasa dijadikan sebagai menu ikan bakar adalah kakap merah, simba, bekerek.
"Ikan yang paling enak untuk dibakar adalah ikan yang biasa hidup di batu karang," terang Farihin.
Dia mengatakan selalu mendapatkan bahan baku ikan segar dari nelayan atau agen besar yang berada di daerah Telukbetung.
Ia berharap agar pemerintah mau membangkitkan kondisi pariwisata bahari di Bandarlampung yang selama ini seperti tenggelam.
(ANTARA/PSO-046)
Pewarta :
Editor:
Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
