
Harga Daging Sapi Di Lampung Stabil

Pelarangan sapi impor dari Australia belum berpengaruh terhadap harga daging
Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Harga daging sapi di Kota Bandarlampung Provinsi Lampung relatif stabil di kisaran Rp60.000 hingga Rp65.000 perkilogram.
"Rencana pelarangan sapi impor dari Australia belum berpengaruh terhadap harga daging saat ini," kata seorang penjual daging sapi di Pasar Bambukuning Bandarlampung, Dodo, di Bandarlampung, Selasa.
Ia mengatakan, pasokan daging sapi baik impor maupun lokal dari distributor masih lancar sehingga harganya tetap bertahan.
Sapi impor berasal dari Australia, katanya, masih dipasok oleh distributor ke pedagang pengecer di pasar setempat.
Dodo yang telah menjalani usaha menjual daging sapi potong sejak 20 tahun lalu itu mengatakan, distributor mengambil sapi berasal dari Australia itu dari tempat penggemukan sapi di daerah itu.
"Mereka umumnya mengambil dari tempat penggemukan sapi di Lampung Selatan dan Lampung Tengah," kata dia.
Selain daging sapi impor, katanya, pedagang juga menjual daging sapi lokal yang juga diambil dari sejumlah tempat penggemukan sapi.
Ia mengatakan, harga daging sapi impor maupun lokal tidak ada perbedaan, tetapi daging sapi berasal dari Australia itu lebih banyak karena lebih besar.
Penjual daging sapi di Pasar Pasir Gintung, Sulaiman, mengatakan, harga daging sapi masih bertahan Rp60.000 hingga Rp65.000 per kilogram atau sama dengan pekan lalu.
Ia mengaku terganggu dengan larangan ekspor sapi ke Indonesia oleh Pemerintah Australia karena karena hampir sebagian besar daging sapi yang dijualnya berasal dari sapi impor.
Meskipun hingga saat ini belum berpengaruh terhadap pasokan maupun harga, katanya, larangan itu diperkirakan akan menyulitkan pedagang memperoleh daging sapi.
Sapi lokal di Lampung, katanya, cukup banyak namun tubuhnya lebih kecil dibandingkan dengan sapi impor sehingga memengaruhi keuntungan penjualan.
Pemerintah Provinsi Lampung segera mengambil langkah pembenahan tata kelola persapian menyusul larangan Australia mengekspor sapi ke Indonesia karena video rekaman di tempat pemotongan hewan yang menunjukkan penyembelihan tidak sesuai standar.
"Sapi impor dari Australia ke Lampung cukup banyak mencapai sekitar 700 ribu ekor per tahun," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemprov Lampung, Navazo Pian, beberapa waktu lalu.
Ia menyebutkan, bila terjadi penghentian pengiriman sapi dari Australia itu, cukup merugikan karena Lampung memiliki potensi penggemukan sapi.
Pihaknya akan melakukan pembenahan tata kelola persapian di Lampung mulai dari hulu hingga hilir.
Selain itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemprov Lampung bersama pihak terkait segera merevitalisasi rumah pemotongan hewan di daerah itu.
(ANTARA/A054)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
