Logo Header Antaranews Lampung

Polinela dan Unila terapkan IoT dan PLTS untuk penyiraman kebun terong

Selasa, 11 Agustus 2026 06:06 WIB
Image Print
Tim PKM saat setelah menerapkan sistem penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) bertenaga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada kebun terong Kelompok Wanita Tani (KWT) Anyelir di Desa Hajimena, Lampung Selatan. ANTARA/HO/PKM Polinela

Lampung Selatan (ANTARA) - Politeknik Negeri Lampung (Polinela) bersama Universitas Lampung (Unila) Polinela bersama Universitas Lampung menerapkan sistem penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) bertenaga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada kebun terong Kelompok Wanita Tani (KWT) Anyelir di Desa Hajimena, Lampung Selatan.

Inovasi tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui Skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Riset dan Pengembangan (Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Ketua Tim Pengabdian, Dila Febria, di Lampung Selatan, Senin mengatakan penerapan teknologi tersebut ditujukan untuk membantu KWT Anyelir mengatasi keterbatasan tenaga dan waktu dalam penyiraman sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi listrik konvensional.

“Dengan memadukan IoT dan PLTS, kami menghadirkan teknologi yang benar-benar mandiri energi dan ramah lingkungan. Anggota KWT Anyelir kini tidak perlu lagi menyiram secara manual satu per satu tanaman terong,” kata dia.

Ia menjelaskan sistem penyiraman bekerja secara otomatis berdasarkan sensor kelembapan tanah. Ketika sensor mendeteksi tingkat kelembapan berada di bawah batas optimal, pompa air akan aktif untuk menyiram tanaman.

Sebaliknya, pompa akan berhenti secara otomatis setelah kelembapan tanah mencapai tingkat yang telah ditentukan.

Menurut dia, penggunaan PLTS menjadi sumber energi mandiri untuk mengoperasikan pompa air dan perangkat IoT sehingga dapat membantu menekan biaya operasional kelompok tani.

Selain pemasangan perangkat, tim pengabdian juga memberikan pelatihan teknik budi daya tanaman terong serta pendampingan teknis pengoperasian sistem penyiraman menggunakan aplikasi pada telepon pintar.

Sebanyak 15 anggota KWT Anyelir mengikuti kegiatan pemasangan instalasi PLTS, perangkat penyiraman berbasis IoT, serta penerapannya pada area kebun terong.

Melalui penerapan teknologi itu, kolaborasi Polinela dan Unila diharapkan dapat mendorong modernisasi pertanian di tingkat masyarakat melalui penerapan konsep pertanian cerdas yang efisien, ramah lingkungan, dan mandiri energi.

Program itu juga sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dalam memberikan solusi berbasis teknologi terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas budi daya pertanian.

Sementara itu, ketua KWT Anyelir Vera Nova menyambut baik penerapan teknologi energi terbarukan tersebut karena dinilai membantu anggota kelompok dalam menghemat waktu dan biaya operasional kebun.

“Kami sangat bersyukur dan terbantu. Selain penyiraman menjadi otomatis dan hemat waktu, ketersediaan daya dari panel surya membuat operasional penyiraman otomatis kebun terong ungu tidak membebani biaya listrik kami,” katanya.

Dirinya berharap inovasi tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga sistem yang diterapkan juga mampu mendukung kebutuhan irigasi di rumah kaca atau greenhouse milik KWT Anyelir.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026