Bandarlampung (ANTARA) - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung memastikan perbaikan seluruh titik kerusakan pada irigasi gantung di Daerah Irigasi Rawa (DIR) Rawajitu, Kabupaten Tulang Bawang dan Mesuji.
"Kami telah meninjau langsung kondisi irigasi tersebut. Perbaikan di beberapa titik irigasi yang rusak juga tengah dilakukan oleh petugas di lapangan," kata Kepala BBWS Mesuji Sekampung Elroy Koyari di Bandarlampung, Selasa (5/5).
Ia pun menegaskan bahwa BBWS Mesuji Sekampung bakal secepatnya menghimpun data kerusakan di irigasi tersebut seperti kebocoran atau retakan secara menyeluruh agar perbaikan dapat dilakukan secara optimal.
“Secepatnya kita himpun datanya di mana saja titik kerusakan, kemudian tim langsung turun dan kerjakan,” kata dia.
Selain itu, lanjut dia, BBWS juga mencoba mesin pompa air yang telah tersedia di lokasi tersebut. Hasilnya, air dapat mengalir dengan debit besar dan lancar melewati saluran irigasi gantung hingga ke area persawahan warga.
"Artinya saluran irigasi gantung tersebut dapat digunakan dengan baik, termasuk pompa-pompa air juga berfungsi optimal untuk menyalurkan air," kata dia.
Selain itu, lanjut dia, Tim Operasi dan Pemeliharaan (OP) BBWS juga melakukan normalisasi dengan menurunkan alat berat excavator long arm di saluran pembuang primer (SPP) yang telah dipenuhi tumbuhan gulma.
"Normalisasi ini bertujuan memperlancar aliran air sehingga lebih mudah dipompa melalui saluran irigasi gantung menuju sawah warga," kata dia.
Diketahui, saluran irigasi gantung di Mesuji dan Tulang Bawang ini rampung dibangun pada tahun 2023 dengan panjang mencapai 93 kilometer.
Saluran irigasi tersebut terdiri dari tiga jenis, yakni saluran sekunder sepanjang 4,5 kilometer, kolektor 7,5 kilometer, dan sub-sekunder sepanjang 81 kilometer.
Sistem irigasi gantung ini digunakan karena elevasi area persawahan lebih tinggi dibandingkan sumber air. Sistem ini bekerja dengan memompa air dari saluran irigasi primer ke saluran ferosemen, kemudian air mengalir mengikuti gaya gravitasi hingga ke lahan pertanian.