Bandarlampung (ANTARA) - Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Bandarlampung meminta kepada para Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk menunda keberangkatan ke Tanah Suci sampai situasi aman dan kondusif.

"Kami mengimbau PPIU menunda dahulu keberangkatan ibadah umroh sampai kondisinya kondusif. Hal ini juga sebagaimana imbauan dari Wakil Menteri Haji," kata Kepala Kantor Kemenhaj Bandarlampung Musal Badri Kesuma, di Bandarlampung, Selasa.

Menurutnya langkah tersebut diambil karena situasi konflik di Timur Tengah yang sedang meningkat, sehingga PPIU saat ini harus memikirkan keselamatan dan keamanan jamaah.

"PPIU kami harap dapat menyesuaikan kondisi yg ada saat ini. Bagi PPIU yg akan memberangkatkan jamaah dalam waktu dekat agar mempertimbangkan kembali bahkan bila kondisi semakin tidak baik, agar menunda keberangkatan demi keamanan dan keselamatan jamaah umroh," kata dia.

Kemudian, lanjut dia, bagi jamaah yang masih di Arab Saudi atau dalam perjalanan pulang agar terus berkoordinasi dengan petugas Indonesia yang ada di sana.

"Kemudian bagi keluarga yang ada di Indonesia, khususnya di Bandarlampung agar tetap tenang dan berdoa untuk keamanan dan keselamatan jamaah yang sedang melaksanakan Umroh saat ini," kata dia.

Sementara itu, Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mengatakan, masih menunggu informasi dari Kemenhaj terkait situasi di Timur Tengah.

"Secara administratif dan kesiapan untuk umrah sudah siap, namun masih menunggu kabar selanjutnya. Masalahnya ini soal keamanan para jamaah, kami tidak ingin gegabah makanya masih menunggu kabar baiknya," kata dia.


Baca juga: Kemenhaj: 6.047 anggota jamaah umrah telah pulang ke Indonesia

Baca juga: Kemenhaj imbau jamaah umrah tunda keberangkatan ke Tanah Suci

Baca juga: Pemerintah pantau kondisi jamaah umrah RI di Arab Saudi