Logo Header Antaranews Lampung

BBPOM Bandarlampung pastikan makanan takjil di kawasan Enggal aman

Selasa, 3 Maret 2026 19:59 WIB
Image Print
Petugas BBPOM Bandarlampung melakukan uji sampel takjil yang dijual pedagang di sekitar kawasan Enggal. Bandarlampung, Selasa (3/3/2026). ANTARA/Dian Hadiyatna
Langkah yang kami lakukan mengedepankan pembinaan kepada pelaku usaha agar tidak menjual produk melewati batas kedaluwarsa.

Bandarlampung (ANTARA) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandarlampung, Provinsi Lampung memastikan takjil yang dijual pedagang di kawasan Enggal aman dari bahan berbahaya dan layak konsumsi.

"Tadi kami sudah mengambil 21 sampel makanan takjil di kawasan Enggal, tepatnya di sekitar Masjid Al-Tabri Kota Bandarlampung dan semuanya negatif dari kandungan bahan berbahaya," kata Kepala BBPOM di Bandarlampung Bagus Heri Purnomo di Bandarlampung, Selasa.

Ia menjelaskan pengawasan takjil di lokasi tersebut merupakan kegiatan perdana dan akan dilanjutkan di dua hingga tiga lokasi lain selama periode intensifikasi yang berlangsung hingga 17 Maret 2026.

"Selain pengawasan takjil, BBPOM juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sarana peredaran pangan olahan di Kota Bandarlampung, baik di pasar tradisional, ritel modern, maupun sarana institusional," kata dia.

Ia mengatakan dari hasil pengawasan terhadap 11 sarana tersebut, petugas menemukan 59 item produk pangan olahan sebanyak 762 pieces yang tidak memenuhi ketentuan, antara lain produk bumbu dan pangan beku.

“Langkah yang kami lakukan mengedepankan pembinaan kepada pelaku usaha agar tidak menjual produk melewati batas kedaluwarsa. Untuk produk yang tidak memenuhi ketentuan, kami minta untuk dimusnahkan,” kata dia.

Selain itu, BBPOM memberikan edukasi kepada pedagang takjil terkait dengan bahaya penggunaan bahan kimia berbahaya pada pangan serta pentingnya menjaga higienitas dalam penyajian makanan.

BBPOM juga mengenalkan aplikasi BPOM Mobile kepada masyarakat guna memeriksa izin edar produk serta menyampaikan pengaduan atau informasi.

Ia mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap ciri-ciri makanan yang diduga mengandung bahan berbahaya, seperti warna yang terlalu mencolok dan tidak merata, serta menimbulkan rasa tidak nyaman di tenggorokan saat dikonsumsi.

"Dampak konsumsi bahan berbahaya pada pangan umumnya tidak dirasakan secara langsung, namun dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius, termasuk kanker," kata dia.

Baca juga: BBPOM Bandarlampung imbau masyarakat untuk terapkan Cek KLIK

Baca juga: Kepala BPOM imbau pedagang takjil untuk jual makanan aman dikonsumsi

Baca juga: BBPOM Bandarlampung tingkatkan pengawasan takjil di bulan Ramadhan



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026