Sidang perkara narkotika terbanyak di PN Tanjungkarang pada 2024
Selasa, 31 Desember 2024 13:04 WIB
Penyampaikan refleksi akhir tahun kinerja Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandarlampung. (ANTARA/DAMIRI)
Bandarlampung (ANTARA) - Sebanyak 660 perkara narkotika menjadi yang terbanyak masuk dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandarlampung.
Ketua Pengadilan Negeri Tanjungkarang Salman Alfarisi menjelaskan 660 perkara narkotika yang telah disidangkan tersebut merupakan bagian dari 1.236 perkara yang telah masuk dalam persidangan.
"Sisa perkara lainnya 210 perkara pencurian, 75 perkara penggelapan, 42 perkara perlindungan anak, 43 perkara penipuan, dan 28 perkara senjata api atau benda tajam," katanya saat menyampaikan refleksi akhir tahun di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa.
Dari 1.236 perkara yang masuk tersebut, Pengadilan Negeri Tanjungkarang telah memutus berbagai perkara sebanyak 1.175 perkara. Untuk di tahun 2024, lanjut dia, pengadilan masih menyisakan perkara sebanyak 217 perkara.
"Tahun 2024 ini perkara yang masuk lebih banyak sehingga yang belum terselesaikan lumayan banyak dibandingkan tahun 2023 lalu. Tahun ini sisi perkara sebanyak 217 dan tahun 2023 sisa perkara 170. Untuk capaian kinerja tahun 2024 ini mencapai 83,01 persen," kata dia.
Pada penyampaian refleksi akhir tahun tersebut, ia mengharapkan ke depan Pengadilan Negeri Tanjungkarang dapat lebih baik lagi dalam menyelesaikan perkara sehingga tidak ada perkara yang disisakan.
"Kita akan berusaha lagi, semoga ke depan dapat lebih baik lagi dalam hal penyelesaian perkara dan lainnya. Mudah-mudahan ini awal yang baik," katanya.
Baca juga: Hakim PN Tanjungkarang tolak eksepsi oknum polisi yang pesan sabu gunakan ojek online
Baca juga: 22 hakim PN Tanjungkarang lakukan tes kejiwaan hingga urine
Baca juga: Pengadilan larang hakimnya banyak "ngobrol" dengan advokat
Ketua Pengadilan Negeri Tanjungkarang Salman Alfarisi menjelaskan 660 perkara narkotika yang telah disidangkan tersebut merupakan bagian dari 1.236 perkara yang telah masuk dalam persidangan.
"Sisa perkara lainnya 210 perkara pencurian, 75 perkara penggelapan, 42 perkara perlindungan anak, 43 perkara penipuan, dan 28 perkara senjata api atau benda tajam," katanya saat menyampaikan refleksi akhir tahun di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa.
Dari 1.236 perkara yang masuk tersebut, Pengadilan Negeri Tanjungkarang telah memutus berbagai perkara sebanyak 1.175 perkara. Untuk di tahun 2024, lanjut dia, pengadilan masih menyisakan perkara sebanyak 217 perkara.
"Tahun 2024 ini perkara yang masuk lebih banyak sehingga yang belum terselesaikan lumayan banyak dibandingkan tahun 2023 lalu. Tahun ini sisi perkara sebanyak 217 dan tahun 2023 sisa perkara 170. Untuk capaian kinerja tahun 2024 ini mencapai 83,01 persen," kata dia.
Pada penyampaian refleksi akhir tahun tersebut, ia mengharapkan ke depan Pengadilan Negeri Tanjungkarang dapat lebih baik lagi dalam menyelesaikan perkara sehingga tidak ada perkara yang disisakan.
"Kita akan berusaha lagi, semoga ke depan dapat lebih baik lagi dalam hal penyelesaian perkara dan lainnya. Mudah-mudahan ini awal yang baik," katanya.
Baca juga: Hakim PN Tanjungkarang tolak eksepsi oknum polisi yang pesan sabu gunakan ojek online
Baca juga: 22 hakim PN Tanjungkarang lakukan tes kejiwaan hingga urine
Baca juga: Pengadilan larang hakimnya banyak "ngobrol" dengan advokat
Pewarta : Damiri
Editor : Satyagraha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KAI Tanjungkarang catat jumlah penumpang naik 14 persen pada libur panjang
26 December 2025 12:36 WIB
KAI Tanjungkarang catat 58.176 kursi pada periode Natal dan Tahun Baru habis terjual
19 December 2025 17:18 WIB
Para pihak sampaikan alat bukti dalam sidang lanjutan praperadilan dugaan korupsi Direktur PT LEB
01 December 2025 17:08 WIB
Jubir pengadilan sebut empat hakim tambahan dapat bantu kinerja pengadilan
10 November 2025 15:29 WIB
Terpopuler - Bandarlampung
Lihat Juga
Anggota DPR lakukan sosialisasi empat pilar di SMA Negeri 11 Bandarlampung
12 February 2026 18:17 WIB