Luas persawahan Rejang Lebong terus menyusut
Jumat, 4 Maret 2022 5:53 WIB
Hamparan sawah milik petani di kawasan Musi Kejalo, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong. (dok.Distankan Rejang Lebong)
Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyatakan luas areal persawahan di daerah itu terus menyusut dari sebelumnya mencapai 9.750 hektare saat ini tinggal 5.553 hektare.
Kepala Distankan Rejang Lebong Zulkarnain saat dihubungi di Rejang Lebong, Jumat, mengatakan berkurangnya luas areal persawahan di Rejang Lebong ini akibat adanya kerusakan saluran irigasi dan alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman dan usaha lainnya.
"Saat ini luas lahan baku sawah kita berdasarkan pengukuran dari Citra Satelit yang dilakukan BPN tinggal 5.553 hektare dari 9.000 hektare lebih," kata dia.
Dia menjelaskan, berkurangnya lahan persawahan ini dapat dilihat di wilayah Kecamatan Sindang Kelingi, di lokasi ini luasan sawah yang berubah fungsi mencapai 300 hektare.
"Ini terjadi karena jaringan irigasinya rusak, sehingga sawahnya berubah menjadi tanaman perkebunan. Sudah ada Desa Belitar Seberang dan Desa Pelalo yang mengajukan proposal untuk perbaikan jaringan irigasi yang mengalami kerusakan tersebut sehingga sawah mereka bisa kembali difungsikan," terangnya.
Selain itu penyebab lainnya penyusutan lahan pertanian di Kabupaten Rejang Lebong, tambah dia, karena daerah itu belum memiliki Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebagai lahan pertanian lestari.
"Kita belum punya Perda LP2B sebagai lahan pertanian lestari, minimal Perbup. Tidak heran jika kita tidak dapat DAK pertanian karena itu tadi kita belum memiliki Perda LP2B," jelasnya.
Beberapa kawasan yang telah mengalami alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman dan usaha lainnya diantaranya di Kelurahan Talang Benih, Kecamatan Curup. Kemudian Desa Rimbo Recap, Kecamatan Curup Selatan serta beberapa lokasi lainnya.***1***
Kepala Distankan Rejang Lebong Zulkarnain saat dihubungi di Rejang Lebong, Jumat, mengatakan berkurangnya luas areal persawahan di Rejang Lebong ini akibat adanya kerusakan saluran irigasi dan alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman dan usaha lainnya.
"Saat ini luas lahan baku sawah kita berdasarkan pengukuran dari Citra Satelit yang dilakukan BPN tinggal 5.553 hektare dari 9.000 hektare lebih," kata dia.
Dia menjelaskan, berkurangnya lahan persawahan ini dapat dilihat di wilayah Kecamatan Sindang Kelingi, di lokasi ini luasan sawah yang berubah fungsi mencapai 300 hektare.
"Ini terjadi karena jaringan irigasinya rusak, sehingga sawahnya berubah menjadi tanaman perkebunan. Sudah ada Desa Belitar Seberang dan Desa Pelalo yang mengajukan proposal untuk perbaikan jaringan irigasi yang mengalami kerusakan tersebut sehingga sawah mereka bisa kembali difungsikan," terangnya.
Selain itu penyebab lainnya penyusutan lahan pertanian di Kabupaten Rejang Lebong, tambah dia, karena daerah itu belum memiliki Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebagai lahan pertanian lestari.
"Kita belum punya Perda LP2B sebagai lahan pertanian lestari, minimal Perbup. Tidak heran jika kita tidak dapat DAK pertanian karena itu tadi kita belum memiliki Perda LP2B," jelasnya.
Beberapa kawasan yang telah mengalami alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman dan usaha lainnya diantaranya di Kelurahan Talang Benih, Kecamatan Curup. Kemudian Desa Rimbo Recap, Kecamatan Curup Selatan serta beberapa lokasi lainnya.***1***
Pewarta : Nur Muhamad
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ratusan rekening penerima bansos di Rejang Lebong terindikasi untuk judol
10 September 2025 5:35 WIB
Pengunjung Lapas Curup ditangkap karena bawa lima paket sabu dalam nasi bungkus
23 July 2025 11:45 WIB
Terpopuler - Komoditas
Lihat Juga
Promo bulan Ramadhan, PLN beri diskon tambah daya hingga 5.500 VA hanya Rp200 ribu
23 March 2023 10:04 WIB, 2023
Kementan gulirkan PSR untuk tingkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit
16 March 2023 20:22 WIB, 2023
Pertamina gandeng Grab hadirkan layanan pesan antar BrightGas melalui GrabMart
16 March 2023 15:37 WIB, 2023
Pupuk Indonesia salurkan 1,42 juta ton pupuk bersubsidi dari Januari hingga Maret
09 March 2023 22:32 WIB, 2023
Pertamina apresiasi masyarakat Lampung dukung penyaluran BBM tepat sasaran
09 March 2023 17:20 WIB, 2023