Perajin "uang kepeng" Bali bertahan di tengah COVID-19
Senin, 28 Februari 2022 20:24 WIB
Perajin "uang kepeng" Komang Mahayana (kiri) menunjukkan hasil produksinya. (ANTARA/ I Komang Suparta)
Denpasar (ANTARA) - Perajin "uang kepeng" Desa Kamasan, Klungkung Bali tidak surut memproduksi kerajinan untuk hiasan dan keperluan untuk sarana upacara ritual keagamaan di Pulau Dewata di tengah pandemi COVID-19.
"Saya terus memproduksi kerajinan yang berbahan baku dari 'uang kepeng' untuk keperluan hiasan, suvenir dan perlengkapan upacara keagamaan, walau saat ini pandemi," kata perajin uang "Kepeng Maha Ayu Yadnya", I Komang Mahayana di Klungkung, Bali, Senin.
Ia mengatakan sejak pandemi COVID-19 pendapatannya menurun, karena warga yang memesan hiasan, patung yang dibalut uang kepeng nyaris tak ada. Biasanya sebelum pandemi omset per bulan lebih dari Rp20 juta.
"Namun sejak pandemi melanda dunia, berimbas juga ke UMKM di daerah (Klungkung). Pendapatan saya sangat jauh menurun," ujar Mahayana.
Ia mengatakan dalam permodalan pihaknya meminjam kredit usaha rakyat (KUR) dari BRI. Dana itu digunakan untuk membeli bahan baku, termasuk juga peralatan usahanya.
"Modal yang kami pinjam di BRI untuk digunakan untuk membeli bahan baku dan perlengkapan peralatan kerja. Astungkara (puji syukur) kreditnya tetap lancar walau ekonomi lesu. Sebab pengembaliannya ringan," ucap Mahayana didampingi istrinya Kadek Ayu Srianti.
Pemasaran produksinya, kata dia, di wilayah Kabupaten Klungkung dan Bali. Sistemnya melalui "offline" dan melalui jejaring media sosial. Sehingga konsumen sebelum membeli bisa dilihat lewat media sosial.
"Pemasaran lewat online di zaman digital, saya rasa cukup efektif dan praktis. Semua contoh produk kami tampilkan di akun, Sehingga pembeli bisa juga melihat terlebih dahulu dan menghubungi secara daring jika mereka cocok produk dan harganya," katanya.
Ia menuturkan karyawan yang diajak sebanyak empat orang dengan sistem borongan. Karyawan yang diajak ini sebelumnya mereka bekerja di sektor pariwisata.
"Karena situasi pandemi, sehingga mereka beralih bekerja di perajin uang kepeng ini untuk bisa menghidupi kebutuhan keluarganya," ucap Mahayana.
"Saya terus memproduksi kerajinan yang berbahan baku dari 'uang kepeng' untuk keperluan hiasan, suvenir dan perlengkapan upacara keagamaan, walau saat ini pandemi," kata perajin uang "Kepeng Maha Ayu Yadnya", I Komang Mahayana di Klungkung, Bali, Senin.
Ia mengatakan sejak pandemi COVID-19 pendapatannya menurun, karena warga yang memesan hiasan, patung yang dibalut uang kepeng nyaris tak ada. Biasanya sebelum pandemi omset per bulan lebih dari Rp20 juta.
"Namun sejak pandemi melanda dunia, berimbas juga ke UMKM di daerah (Klungkung). Pendapatan saya sangat jauh menurun," ujar Mahayana.
Ia mengatakan dalam permodalan pihaknya meminjam kredit usaha rakyat (KUR) dari BRI. Dana itu digunakan untuk membeli bahan baku, termasuk juga peralatan usahanya.
"Modal yang kami pinjam di BRI untuk digunakan untuk membeli bahan baku dan perlengkapan peralatan kerja. Astungkara (puji syukur) kreditnya tetap lancar walau ekonomi lesu. Sebab pengembaliannya ringan," ucap Mahayana didampingi istrinya Kadek Ayu Srianti.
Pemasaran produksinya, kata dia, di wilayah Kabupaten Klungkung dan Bali. Sistemnya melalui "offline" dan melalui jejaring media sosial. Sehingga konsumen sebelum membeli bisa dilihat lewat media sosial.
"Pemasaran lewat online di zaman digital, saya rasa cukup efektif dan praktis. Semua contoh produk kami tampilkan di akun, Sehingga pembeli bisa juga melihat terlebih dahulu dan menghubungi secara daring jika mereka cocok produk dan harganya," katanya.
Ia menuturkan karyawan yang diajak sebanyak empat orang dengan sistem borongan. Karyawan yang diajak ini sebelumnya mereka bekerja di sektor pariwisata.
"Karena situasi pandemi, sehingga mereka beralih bekerja di perajin uang kepeng ini untuk bisa menghidupi kebutuhan keluarganya," ucap Mahayana.
Pewarta : I Komang Suparta
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kejati Lampung eksekusi uang pengganti Rp7,8 miliar kasus Tipikor Tol Terpeka
16 April 2026 15:52 WIB
Pemkot Bandarlampung salurkan bantuan beras dan uang kepada warga terdampak banjir
15 April 2026 18:41 WIB
Petugas Tol Bakter temukan tas berisi uang pemudik yang tertinggal di "rest area"
16 March 2026 19:29 WIB
KPK sita uang miliaran rupiah dan tiga kg emas dalam OTT di Ditjen Bea Cukai
05 February 2026 6:01 WIB
Terpopuler - Seni dan Budaya
Lihat Juga
Pelukis Lampung pun diundang Taman Budaya Kalsel pameran lukis bertaraf nasional
05 August 2022 9:32 WIB, 2022
Badan Pengelola Keuangan Haji dan Dompet Dhuafa salurkan ratusan ekor hewan kurban
17 July 2022 21:29 WIB, 2022