Sebanyak 846 warga Surabaya terjaring Operasi Swab Hunter
Senin, 4 Oktober 2021 5:11 WIB
Sebanyak 846 warga terjaring operasi swab hunter dan vaksin hunter yang digelar Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 bersama TNI dan Polri di 31 Kecamatan Kota Surabaya, Sabtu (2/10/2021) malam. (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)
Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 846 warga terjaring Operasi Swab Hunter dan Vaksin Hunter yang digelar Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 bersama TNI dan Polri di 31 Kecamatan Kota Surabaya, Jatim, mulai Sabtu (2/10) hingga Minggu ini.
Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Irvan Widyanto di Surabaya mengatakan, Tim Swab Hunter bergerak serentak menyasar pusat-pusat keramaian dan semua orang yang beraktivitas di luar rumah.
"Hasilnya, ada sebanyak 846 warga yang terjaring Tim Swab Hunter di 31 kecamatan," katanya.
Namun, lanjut dia, hasil pemeriksaan tes usap seluruh warga itu dinyatakan negatif COVID-19. Sedangkan untuk Vaksin Hunter, berhasil menjaring sekitar 712 warga yang belum menerima suntikan vaksin. Mereka pun langsung diarahkan mengikuti vaksinasi di titik lokasi yang telah ditentukan atau puskesmas terdekat.
"Ketika dalam penegakan prokes itu ditemukan ada yang melanggar, maka langsung di tes usap. Kalau belum vaksin, maka dia dilakukan vaksin malam itu juga," kata Irvan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kota Surabaya itu juga menyatakan, kegiatan Swab dan Vaksin Hunter bakal rutin dilaksanakan. Bahkan, dalam satu pekan, tim akan berkeliling maksimal tiga hari.
"Jadi tiga pilar kecamatan itu akan bergerak di masing-masing wilayahnya dibantu dengan puskesmas. Kita lakukan secara reguler dan rutin," ujarnya.
Menurutnya, Pemkot Surabaya bersama TNI dan Polri akan terus memasifkan percepatan vaksinasi, salah satu upaya yang saat ini digencarkan adalah melalui giat Vaksin Hunter.
"Bagaimanapun juga percepatan vaksinasi harus terus dilakukan. Karena itu keinginan Pak Wali Kota yang paling utama untuk meningkatkan cakupan vaksinasi," ujarnya.
Selain itu, mantan Kepala Satpol PP Kota Surabaya ini juga menyebutkan, bahwa Tim Vaksin Hunter itu jangkauannya luas. Untuk memasifkan capaian vaksinasi, tim mengambil strategi door to door atau mendatangi langsung ke rumah-rumah warga.
"Vaksin Hunter itu cukup luas, bisa juga door to door. Kalau misal ada satu RT belum vaksin, bisa ke sana. Misal dalam satu resto atau unit tertentu mendapati ada yang belum vaksin, maka akan dilakukan vaksin," katanya.
Untuk saat ini, warga yang terjaring Tim Swab dan Vaksin Hunter akan diarahkan ke puskesmas terdekat. Namun ke depan, tidak menutup kemungkinan akan memanfaatkan mobil vaksin milik Polrestabes Surabaya.
"Untuk sementara diarahkan ke puskesmas. Tapi ke depan tidak menutup kemungkinan pakai mobil vaksin Polrestabes Surabaya. Sasarannya adalah siapapun yang beraktivitas di luar rumah," katanya.
Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Irvan Widyanto di Surabaya mengatakan, Tim Swab Hunter bergerak serentak menyasar pusat-pusat keramaian dan semua orang yang beraktivitas di luar rumah.
"Hasilnya, ada sebanyak 846 warga yang terjaring Tim Swab Hunter di 31 kecamatan," katanya.
Namun, lanjut dia, hasil pemeriksaan tes usap seluruh warga itu dinyatakan negatif COVID-19. Sedangkan untuk Vaksin Hunter, berhasil menjaring sekitar 712 warga yang belum menerima suntikan vaksin. Mereka pun langsung diarahkan mengikuti vaksinasi di titik lokasi yang telah ditentukan atau puskesmas terdekat.
"Ketika dalam penegakan prokes itu ditemukan ada yang melanggar, maka langsung di tes usap. Kalau belum vaksin, maka dia dilakukan vaksin malam itu juga," kata Irvan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kota Surabaya itu juga menyatakan, kegiatan Swab dan Vaksin Hunter bakal rutin dilaksanakan. Bahkan, dalam satu pekan, tim akan berkeliling maksimal tiga hari.
"Jadi tiga pilar kecamatan itu akan bergerak di masing-masing wilayahnya dibantu dengan puskesmas. Kita lakukan secara reguler dan rutin," ujarnya.
Menurutnya, Pemkot Surabaya bersama TNI dan Polri akan terus memasifkan percepatan vaksinasi, salah satu upaya yang saat ini digencarkan adalah melalui giat Vaksin Hunter.
"Bagaimanapun juga percepatan vaksinasi harus terus dilakukan. Karena itu keinginan Pak Wali Kota yang paling utama untuk meningkatkan cakupan vaksinasi," ujarnya.
Selain itu, mantan Kepala Satpol PP Kota Surabaya ini juga menyebutkan, bahwa Tim Vaksin Hunter itu jangkauannya luas. Untuk memasifkan capaian vaksinasi, tim mengambil strategi door to door atau mendatangi langsung ke rumah-rumah warga.
"Vaksin Hunter itu cukup luas, bisa juga door to door. Kalau misal ada satu RT belum vaksin, bisa ke sana. Misal dalam satu resto atau unit tertentu mendapati ada yang belum vaksin, maka akan dilakukan vaksin," katanya.
Untuk saat ini, warga yang terjaring Tim Swab dan Vaksin Hunter akan diarahkan ke puskesmas terdekat. Namun ke depan, tidak menutup kemungkinan akan memanfaatkan mobil vaksin milik Polrestabes Surabaya.
"Untuk sementara diarahkan ke puskesmas. Tapi ke depan tidak menutup kemungkinan pakai mobil vaksin Polrestabes Surabaya. Sasarannya adalah siapapun yang beraktivitas di luar rumah," katanya.
Pewarta : Abdul Hakim
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Seluruh pegawai Kejari Pringsewu swab tes antigen cegah penularan Omicron
08 February 2022 20:43 WIB, 2022
Dokter ingatkan masyarakat jangan lakukan tes usap antigen tanpa bantuan ahli
26 October 2021 6:02 WIB, 2021
Dinkes Murung Raya sediakan peralatan swab antigen dan PCR untuk 13 puskesmas
08 August 2021 18:42 WIB, 2021