Pasukan khusus Prancis tewaskan pemimpin cabang Al Qaida Mali
Minggu, 15 November 2020 6:06 WIB
Dokumentasi - Tentara-tentara Prancis meninggalkan Hotel Radisson di Bamako, Mali, beberapa jam setelah teror Al Qaida ke hotel mewah tersebut, Jumat 20 November 2015. (ANTARA/Reuters/tm)
Paris (ANTARA) - Pasukan Prancis menewaskan Bah ag Moussa, pemimpin militer cabang Al Qaida di Afrika Utara, selama operasi di Mali timur laut , kata Menteri Angkatan Bersenjata Florence Parly, Jumat.
Mantan kolonel militer Mali itu, yang juga dikenal sebagai Bamoussa Diarra, merupakan tangan kanan pemimpin kelompok Jama'at Nusrat al-Islam wal-Muslimin (JNIM), Iyad Ag Ghali, yang kerap menyerang tentara dan warga sipil di Mali dan negara tetangga, Burkina Faso.
"Salah satu tokoh bersejarah dari gerakan di Sahel, Bah ag Moussa dianggap bertanggung jawab atas serentetan serangan terhadap Mali dan pasukan internasional," kata Parly melalui pernyataan.
Moussa, yang masuk daftar terorisme Amerika Serikat, tewas pada Selasa (10/11) pascaoperasi, yang melibatkan pasukan darat dan helikopter dan terjadi setelah sejumlah operasi pasukan Prancis menewaskan puluhan petempur ekstremis dalam beberapa pekan terakhir.
"Ini kesuksesan besar dalam melawan terorisme," ucap Parly.
Prancis memiliki lebih dari 5.100 personel yang tersebar di seluruh kawasan tersebut, dengan sebagian besar berada di Mali, yang beroperasi melawan tingginya gerakan militan.
Sumber: Reuters
Mantan kolonel militer Mali itu, yang juga dikenal sebagai Bamoussa Diarra, merupakan tangan kanan pemimpin kelompok Jama'at Nusrat al-Islam wal-Muslimin (JNIM), Iyad Ag Ghali, yang kerap menyerang tentara dan warga sipil di Mali dan negara tetangga, Burkina Faso.
"Salah satu tokoh bersejarah dari gerakan di Sahel, Bah ag Moussa dianggap bertanggung jawab atas serentetan serangan terhadap Mali dan pasukan internasional," kata Parly melalui pernyataan.
Moussa, yang masuk daftar terorisme Amerika Serikat, tewas pada Selasa (10/11) pascaoperasi, yang melibatkan pasukan darat dan helikopter dan terjadi setelah sejumlah operasi pasukan Prancis menewaskan puluhan petempur ekstremis dalam beberapa pekan terakhir.
"Ini kesuksesan besar dalam melawan terorisme," ucap Parly.
Prancis memiliki lebih dari 5.100 personel yang tersebar di seluruh kawasan tersebut, dengan sebagian besar berada di Mali, yang beroperasi melawan tingginya gerakan militan.
Sumber: Reuters
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
AKP AG terima Rp1,34 miliar hasil mengawal narkotika milik Fredy Pratama
23 October 2023 18:44 WIB, 2023
Kronologi AKP AG terlibat jaringan narkotika internasional Fredy Pratama
23 October 2023 17:44 WIB, 2023
Mantan Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan didakwa dua pasal berbeda
23 October 2023 17:10 WIB, 2023
AKP AG terima Rp1,3 miliar hasil kawal narkotika jaringan Fredy Pratama
23 October 2023 16:48 WIB, 2023
Mantan Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan delapan kali kawal narkotika milik Fredy Pratama
23 October 2023 15:22 WIB, 2023
Polda Lampung: Hasil sidang kode etik profesi AKP AG dipecat dari kepolisian
20 October 2023 8:01 WIB, 2023
Remaja AG diperiksa sebagai saksi terakhir dalam sidang Mario dan Shane
20 June 2023 11:20 WIB, 2023
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Kapal induk USS Abraham Lincoln siap lakukan operasi ke Iran dalam 1-2 hari
27 January 2026 9:55 WIB