Kalsel dorong petani kembangkan ubi porang
Jumat, 18 September 2020 6:21 WIB
Petani porang di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. (Antaranews Kalsel/Istimewa)
Paringin (ANTARA) - Kalimantan Selatan terus berupaya mendukung petani ubi porang menjadi komoditas baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Balangan, Rizkianor Fauzi di Paringin, Kalimantan Selatan, Kamis mengatakan, tanaman porang yang selama ini dianggap sebagai gulma oleh masyarakat, ternyata memiliki nilai ekonomis cukup tinggi.
Selain itu, tanaman ini juga tidak disukai oleh tikus maupun babi, sebagaimana tanaman umbi-umbian lainnya, sehingga cukup aman dari serangan hama.
Menurut Rizki, ubi porang merupakan ubi yang memiliki prospek ekonomi yang cukup menjanjikan, harga perkilo ubi porang yang belum diolah sama sekali berkisar antara Rp4 ribu - Rp10.000 perkilo, sedangkan ubi porang yang setengah jadi atau berbentuk chips harganya berkisar Rp10.000-Rp17.000.
Dalam rangka upaya menggali potensi ekonomi dari ubi porang, Pemkab Balangan melalui dinas pertanian membentuk aliansi atau komunitas ubi porang yang anggotanya kini mencapai 30 orang yang tersebar kesuluruh Kecamatan di Kabupaten Balangan.
"Melalui komunutas ini, saya berharap dapat memfasilitasi petani porang Kabupaten Balangan untuk melakukan pelatihan dan cara perawatan ubi porang secara baik dan benar," katanya.
Melalui perawatan yang benar dan tepat, diharapkan akan menghasilkan ubi dengan kualitas cukup baik. Kabupaten Balangan sendiri, telah menghasilkan sekitar 70 ton pertahun dalam bentuk chips.
Rizki menyampaikan, di tahun depan dinas pertaian akan berkerja sama dengan Balitbangda Kabupaten Balangan, dalam bentuk pengadaan alat untuk mengolah ubi porang.
Keberadaan alat tersebut akan membuat harga ubi porang akan stabil dan mungkin saja akan meningkat, karena ubi porang merupakan salah satu komoditas ekspor.
Ubi porang memiliki masa tanam bekisar pada enam bulan masa tanam sampai dua tahun masa tanam, tergantung bibit yang ditanam. Selain itu, ubi porang ini bisa diolah menjadi bahan utama pembuatan tepung, bahan kosmetik.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Balangan, Rizkianor Fauzi di Paringin, Kalimantan Selatan, Kamis mengatakan, tanaman porang yang selama ini dianggap sebagai gulma oleh masyarakat, ternyata memiliki nilai ekonomis cukup tinggi.
Selain itu, tanaman ini juga tidak disukai oleh tikus maupun babi, sebagaimana tanaman umbi-umbian lainnya, sehingga cukup aman dari serangan hama.
Menurut Rizki, ubi porang merupakan ubi yang memiliki prospek ekonomi yang cukup menjanjikan, harga perkilo ubi porang yang belum diolah sama sekali berkisar antara Rp4 ribu - Rp10.000 perkilo, sedangkan ubi porang yang setengah jadi atau berbentuk chips harganya berkisar Rp10.000-Rp17.000.
Dalam rangka upaya menggali potensi ekonomi dari ubi porang, Pemkab Balangan melalui dinas pertanian membentuk aliansi atau komunitas ubi porang yang anggotanya kini mencapai 30 orang yang tersebar kesuluruh Kecamatan di Kabupaten Balangan.
"Melalui komunutas ini, saya berharap dapat memfasilitasi petani porang Kabupaten Balangan untuk melakukan pelatihan dan cara perawatan ubi porang secara baik dan benar," katanya.
Melalui perawatan yang benar dan tepat, diharapkan akan menghasilkan ubi dengan kualitas cukup baik. Kabupaten Balangan sendiri, telah menghasilkan sekitar 70 ton pertahun dalam bentuk chips.
Rizki menyampaikan, di tahun depan dinas pertaian akan berkerja sama dengan Balitbangda Kabupaten Balangan, dalam bentuk pengadaan alat untuk mengolah ubi porang.
Keberadaan alat tersebut akan membuat harga ubi porang akan stabil dan mungkin saja akan meningkat, karena ubi porang merupakan salah satu komoditas ekspor.
Ubi porang memiliki masa tanam bekisar pada enam bulan masa tanam sampai dua tahun masa tanam, tergantung bibit yang ditanam. Selain itu, ubi porang ini bisa diolah menjadi bahan utama pembuatan tepung, bahan kosmetik.
Pewarta : Ulul Maskuriah
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Universitas Sriwijaya kembangkan budi daya porang sebagai tanaman sela
10 October 2021 20:50 WIB, 2021
Kemenperin memacu nilai tambah melalui revitalisasi sentra IKM Porang
20 September 2021 6:01 WIB, 2021
Petani Lampung produksi porang chips untuk memenuhi kebutuhan ekspor
16 September 2021 0:07 WIB, 2021
Terpopuler - Komoditas
Lihat Juga
Promo bulan Ramadhan, PLN beri diskon tambah daya hingga 5.500 VA hanya Rp200 ribu
23 March 2023 10:04 WIB, 2023
Kementan gulirkan PSR untuk tingkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit
16 March 2023 20:22 WIB, 2023
Pertamina gandeng Grab hadirkan layanan pesan antar BrightGas melalui GrabMart
16 March 2023 15:37 WIB, 2023
Pupuk Indonesia salurkan 1,42 juta ton pupuk bersubsidi dari Januari hingga Maret
09 March 2023 22:32 WIB, 2023
Pertamina apresiasi masyarakat Lampung dukung penyaluran BBM tepat sasaran
09 March 2023 17:20 WIB, 2023