Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung gencar mempromosikan destinasi wisata lewat pembuatan flim, sehingga dapat mendorong pertumbuhan perekonomian sektor pariwisata di pulau penghasil timah itu.

"Kita bekerja sama dengan MNC Group akan membuat sebuah film yang mengangkat tentang Bangka Belitung dan dimainkan oleh artis lokal," kata Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman Djohan di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan dengan pembuatan film di Pulau Bangka, sebagai langkah pemerintah provinsi mewujudkan Visi Babel 2030 "New Value, New Character, dan New Style". Film ini juga akan menjadi ajang promosi, edukasi, sejarah dan bisnis.

Baca juga: Kerugian sektor pariwisata di NTT capai Rp5 miliar

Selain itu, melalui flim ini juga akan mengangkat pariwisata, terlebih saat ini pada masa new normal, Bangka Belitung akan mulai kembali membuka sektor pariwisata yang disertai dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

"Kita optimis melalui flim ini dapat mempromosikan destinasi wisata, sejarah, budaya dan lainnya seperti flim laskar pelangi yang mengangkat sosial budaya dan destinasi wisata Pulau Belitung," ujarnya.

Menurut dia Bangka Belitung layak dijual melalui media, karena kekayaan yang dimiliki seperti sumber daya alam baik pengembangan pertambangan dan pertanian serta perikanan, keindahan alamnya, serta sejarah yang lebih menarik.

Baca juga: Kudus tambah pembukaan objek wisata sesuai protokol kesehatan

"Dengan adanya kerja sama dengan MNC ini, tentu semakin menguatkan Bangka Belitung untuk bersaing baik secara nasional maupun internasional," katanya.

Direktur Pemberitaan MNC Group, Ray Wijaya mengatakan MNC group memiliki keunggulan dari perusahaan media lainnya. Semua platform media dimiliki MNC baik platform tradisional, konvensional, koran, radio, televisi, hingga digital. MNC juga telah bekerja sama dengan beberapa pemerintah pusat maupun daerah.

"Kita berharap melalui kerja sama ini semakin menegaskan MNC group yang bukan hanya sebagai perusahaan media saja, tetapi juga berintegrasi dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya. 

Baca juga: KTO Jakarta rilis buku panduan wisata ke Korea
Baca juga: Bamsoet dorong pemerintah lengkapi destinasi wisata dengan standar protokol kesehatan
Baca juga: Kabupaten Lebak dukung "Wisata Badui" diganti "Saba Badui"
 

Pewarta : Aprionis
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2024