Harga sawit di Mesuji turun
Senin, 4 Mei 2020 16:17 WIB
Harga Mesuji sawit turun (Antara Lampung/Raharja)
Mesuji (ANTARA) - Sejumlah petani di Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung mengeluhkan harga kelapa sawit yang turun dari Rp1.800/kg menjadi Rp1.000 per kilogram.
Salah satu petani sawit, Parlan, di Kecamatan way Serdang, Mesuji, Senin, mengatakan bahwa harga sawit di tingkat petani terus mengalami penurunan hingga saat ini mencapai Rp1.000/kg.
"Sebelumnya, harga sawit pada tingkat petani sempat mencapai Rp1.800 per kilogram, kemudian turun menjadi Rp1.400 dan sekarang hanya Rp1.000 per kilogram," jelasnya.
Parlan mengatakan harga sawit petani kembali terancam turun karena memasuki musim panen di semua wilayah perkebunan sawit.
"Seperti biasanya pada saat musim panen hasil produksi petani khususnya sawit akan mengalami penurunan," tambahnya.
Menurut dia, harga sawit yang cenderung terus menurun sangat dirasa membebani bagi petani karena dianggap tidak sebanding dengan biaya operasional seperti pemeliharaan dan pemupukan.
Ia mengharapkan pemerintah untuk segera membantu memberikan solusi kepada petani sawit yang berdampak langsung pada penurunan ekonomi masyarakat.
Sementara petani sawit lainnya, Bejok mengatakan bahwa harga sawit di tingkat petani hanya dibeli oleh pedagang atau pengepul Rp1.000/kg.
"Harga sawit sebesar itu, hanya cukup untuk perawatan kebun, belum termasuk biaya penyemprotan dan pemupukan," katanya.
Salah satu petani sawit, Parlan, di Kecamatan way Serdang, Mesuji, Senin, mengatakan bahwa harga sawit di tingkat petani terus mengalami penurunan hingga saat ini mencapai Rp1.000/kg.
"Sebelumnya, harga sawit pada tingkat petani sempat mencapai Rp1.800 per kilogram, kemudian turun menjadi Rp1.400 dan sekarang hanya Rp1.000 per kilogram," jelasnya.
Parlan mengatakan harga sawit petani kembali terancam turun karena memasuki musim panen di semua wilayah perkebunan sawit.
"Seperti biasanya pada saat musim panen hasil produksi petani khususnya sawit akan mengalami penurunan," tambahnya.
Menurut dia, harga sawit yang cenderung terus menurun sangat dirasa membebani bagi petani karena dianggap tidak sebanding dengan biaya operasional seperti pemeliharaan dan pemupukan.
Ia mengharapkan pemerintah untuk segera membantu memberikan solusi kepada petani sawit yang berdampak langsung pada penurunan ekonomi masyarakat.
Sementara petani sawit lainnya, Bejok mengatakan bahwa harga sawit di tingkat petani hanya dibeli oleh pedagang atau pengepul Rp1.000/kg.
"Harga sawit sebesar itu, hanya cukup untuk perawatan kebun, belum termasuk biaya penyemprotan dan pemupukan," katanya.
Pewarta : Raharja
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Limbah pabrik kelapa sawit dapat disulap jadi pangan bernilai gizi tinggi dan pupuk organik
22 September 2025 12:33 WIB
Mahasiswa Teknik Elektro Unila kembangkan aplikasi untuk pengembangan industri sawit
02 September 2025 14:29 WIB
Presiden Prabowo heran Indonesia produksi sawit terbesar tapi minyak langka
15 August 2025 12:51 WIB
LDC resmikan pabrik pemurnian gliserin dan lini pengemasan minyak nabati di Lampung
27 May 2025 16:54 WIB
Presiden Prabowo soroti peran RI-Malaysia produsen 80 persen sawit di dunia
27 January 2025 20:09 WIB, 2025
Terpopuler - Mesuji
Lihat Juga
Wamentrans dukung produk program transmigrasi dari Lampung tembus pasar global
24 January 2026 22:56 WIB
Pimpin apel perdana paska dilantik, Wakil Bupati Mesuji beri ultimatum para pejabat
25 February 2025 9:39 WIB
Pj Bupati Mesuji resmi luncurkan penanaman jagung serentak 1 juta hektare
22 January 2025 7:49 WIB, 2025