Kemenparekraf terus kembangkan pariwisata digital, pikat wisatawan mancanegara
Selasa, 21 Januari 2020 6:48 WIB
Arsip-Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Herliani Tanoesoedibjo mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2019). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww.
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan terus mengembangkan pariwisata digital (digital tourism) untuk menarik minat wisatawan, termasuk mancanegara, berlibur ke Indonesia.
"Untuk pengembangan pasar, akan dilakukan pengembangan digital tourism dalam menarik minat wisman dengan cara menyesuaikan minat dan profil target wisatawan dengan produk dan destinasi yang ingin dipasarkan," kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Baca juga: BI Gorontalo gandeng Coolturnesia edukasi dan promosi wisata era digital di Olele
Angela menuturkan efektivitas promosi juga akan ditingkatkan di masing-masing negara tujuan dengan mengadakan Familirization Trip oleh para influencer media sosial.
Selanjutnya, kerja sama dimungkinkan dengan platform-platform traveler online yang sudah memiliki pangsa pasar besar.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf Rizki Handayani menjelaskan strategi digital tourism dengan menggunakan big data dilakukan untuk melihat karakter wisatawan berdasarkan kriteria pencariannya tentang pariwisata Indonesia.
"Dari big data, kita bisa tahu berapa orang yang beli tiket ke Indonesia, apakah individual atau corporate. Belinya di mana, travel agent atau online, itu semua bisa dilihat," katanya.
Baca juga: Layanan Palapa Ring tingkatkan promosi wisata digital Kabupaten Biak Numfor
Oleh karena itu, menurut Kiki, sapaan akrabnya, penting bagi pemerintah untuk bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan perjalanan online karena dapat merumuskan kebijakan atas analisa data yang diperoleh. Termasuk menggiatkan promosi pariwisata di negara tujuan sesuai dengan minat wisatawan potensial.
"Perusahaan travel online itu kan mereka mencatat datanya, misalnya berapa banyak orang Amerika yang mencari Indonesia di Google, berapa banyak yang mencari pantai di Indonesia dan lainnya. Itu yang kita akan manfaatkan, big data itu," tuturnya.
"Untuk pengembangan pasar, akan dilakukan pengembangan digital tourism dalam menarik minat wisman dengan cara menyesuaikan minat dan profil target wisatawan dengan produk dan destinasi yang ingin dipasarkan," kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Baca juga: BI Gorontalo gandeng Coolturnesia edukasi dan promosi wisata era digital di Olele
Angela menuturkan efektivitas promosi juga akan ditingkatkan di masing-masing negara tujuan dengan mengadakan Familirization Trip oleh para influencer media sosial.
Selanjutnya, kerja sama dimungkinkan dengan platform-platform traveler online yang sudah memiliki pangsa pasar besar.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf Rizki Handayani menjelaskan strategi digital tourism dengan menggunakan big data dilakukan untuk melihat karakter wisatawan berdasarkan kriteria pencariannya tentang pariwisata Indonesia.
"Dari big data, kita bisa tahu berapa orang yang beli tiket ke Indonesia, apakah individual atau corporate. Belinya di mana, travel agent atau online, itu semua bisa dilihat," katanya.
Baca juga: Layanan Palapa Ring tingkatkan promosi wisata digital Kabupaten Biak Numfor
Oleh karena itu, menurut Kiki, sapaan akrabnya, penting bagi pemerintah untuk bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan perjalanan online karena dapat merumuskan kebijakan atas analisa data yang diperoleh. Termasuk menggiatkan promosi pariwisata di negara tujuan sesuai dengan minat wisatawan potensial.
"Perusahaan travel online itu kan mereka mencatat datanya, misalnya berapa banyak orang Amerika yang mencari Indonesia di Google, berapa banyak yang mencari pantai di Indonesia dan lainnya. Itu yang kita akan manfaatkan, big data itu," tuturnya.
Pewarta : Ade irma Junida
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kota Bandarlampung raih empat penghargaan dalam APPI 2024 Kemenparekraf
10 September 2024 17:22 WIB, 2024
Menparekraf sebut wisman di Bali bayar pungutan Rp150.000 baru 40 persen
25 March 2024 20:46 WIB, 2024
Sandiaga sebut libur Natal-Tahun Baru berkontribusi ekonomi Rp120 triliun
27 December 2023 6:46 WIB, 2023
Menparekraf sebut nilai devisa pariwisata capai 10,46 miliar dolar AS
28 November 2023 10:35 WIB, 2023
Menparekraf: Jumlah perjalanan wisatawan nusantara hingga Juni capai 433 juta
28 August 2023 19:00 WIB, 2023
Destinasi wisata baru Krakatau Park di Lampung Selatan dapat apresiasi Kemenparekraf
25 May 2023 6:00 WIB, 2023
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Terjebak cuaca buruk, ratusan wisatawan sudah dievakuasi ke kapal Pelni dari Karimunjawa
28 December 2022 11:09 WIB, 2022
Lummay Villa and Resort, destinasi wisata berkonsep Eropa berpadu budaya Bali
27 December 2022 18:20 WIB, 2022
Ancol targetkan 430 ribu pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru 2023
25 December 2022 14:05 WIB, 2022
Menparekraf Sandiaga Uno luncurkan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional
17 December 2022 10:46 WIB, 2022