Pertamina mulai salurkan Biosolar B30 di Sumbagsel
Sabtu, 7 Desember 2019 11:48 WIB
Pertamina Marketing Operation Region II Sumbagsel sudah mulai mengimplementasikan penyaluran Biosolar B30 bahan bakar minyak ramah lingkungan melalui beberapa terminal BBM-nya (TBBM) di wilayah Sumatera Selatan dan Lampung. (Antara Lampung/HO)
Bandarlampung (ANTARA) - Pertamina Marketing Operation Region II Sumbagsel sudah mulai mengimplementasikan penyaluran Biosolar B30 yang merupakan bahan bakar minyak ramah lingkungan, melalui beberapa Terminal BBM (TBBM) di wilayah Sumatera Selatan dan Lampung.
"Kami mendapatkan mandat untuk menyalurkan bahan bakar Biosolar dengan kandungan minyak nabati dari kelapa sawit atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebanyak 30 persen mulai tahun 2020," kata Region Manager Communication & CSR Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf, dalam keterangannya, di Bandarlampung, Sabtu.
Ia menyebutkan sejak awal Desember setidaknya sudah empat TBBM di wilayah Sumbagsel yang sudah mulai mengimplementasikan penyaluran Biosolar B30, antara lain Integrated Terminal Kertapati Palembang, TBBM Lahat, TBBM Lubuk Linggau, TBBM Baturaja, dan Integrated Terminal Panjang Lampung.
Menurut dia, seluruh TBBM di wilayah Sumatera Selatan sudah mulai melakukan penyaluran sejak 3 Desember lalu, untuk Integrated Terminal Panjang Lampung baru mulai disalurkan pada 6 Desember 2019.
Rifky menjelaskan pengimplementasian penyaluran Biosolar B30 sejak Desember ini dilakukan untuk memastikan mekanisme penyaluran mulai dari penerimaan bahan baku, proses blending, dan distribusi ke SPBU sudah bisa berjalan dengan baik pada Januari 2020.
Ia mengharapkan dalam waktu dekat seluruh TBBM di wilayah Sumbagsel akan mulai melakukan penyaluran perdana B30 sehingga tahun depan proses distribusinya sudah matang.
"Saat ini baru SPBU di Provinsi Sumatera Selatan dan Lampung yang sudah menerima penyaluran Biosolar B30. Tugas kami selanjutnya adalah memastikan penyaluran Biosolar B30 di Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung. Dalam implementasinya Pertamina terus intens melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat," jelas Rifky.
Bagi Pertamina proses produksi Biosolar B30 akan lebih efisien dalam hal penggunaan bahan baku minyak mentah. Tanpa mengurangi efek untuk performa kendaraan, masyarakat juga akan berkontribusi terhadap keasrian lingkungan karena emisi gas buang Biosolar B30 memiliki tingkat pencemaran yang lebih rendah.
"Harapannya, Biosolar B30 ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para konsumen setia produk-produk Pertamina," tambah Rifky.
"Kami mendapatkan mandat untuk menyalurkan bahan bakar Biosolar dengan kandungan minyak nabati dari kelapa sawit atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebanyak 30 persen mulai tahun 2020," kata Region Manager Communication & CSR Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf, dalam keterangannya, di Bandarlampung, Sabtu.
Ia menyebutkan sejak awal Desember setidaknya sudah empat TBBM di wilayah Sumbagsel yang sudah mulai mengimplementasikan penyaluran Biosolar B30, antara lain Integrated Terminal Kertapati Palembang, TBBM Lahat, TBBM Lubuk Linggau, TBBM Baturaja, dan Integrated Terminal Panjang Lampung.
Menurut dia, seluruh TBBM di wilayah Sumatera Selatan sudah mulai melakukan penyaluran sejak 3 Desember lalu, untuk Integrated Terminal Panjang Lampung baru mulai disalurkan pada 6 Desember 2019.
Rifky menjelaskan pengimplementasian penyaluran Biosolar B30 sejak Desember ini dilakukan untuk memastikan mekanisme penyaluran mulai dari penerimaan bahan baku, proses blending, dan distribusi ke SPBU sudah bisa berjalan dengan baik pada Januari 2020.
Ia mengharapkan dalam waktu dekat seluruh TBBM di wilayah Sumbagsel akan mulai melakukan penyaluran perdana B30 sehingga tahun depan proses distribusinya sudah matang.
"Saat ini baru SPBU di Provinsi Sumatera Selatan dan Lampung yang sudah menerima penyaluran Biosolar B30. Tugas kami selanjutnya adalah memastikan penyaluran Biosolar B30 di Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung. Dalam implementasinya Pertamina terus intens melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat," jelas Rifky.
Bagi Pertamina proses produksi Biosolar B30 akan lebih efisien dalam hal penggunaan bahan baku minyak mentah. Tanpa mengurangi efek untuk performa kendaraan, masyarakat juga akan berkontribusi terhadap keasrian lingkungan karena emisi gas buang Biosolar B30 memiliki tingkat pencemaran yang lebih rendah.
"Harapannya, Biosolar B30 ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para konsumen setia produk-produk Pertamina," tambah Rifky.
Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Langgar aturan penyaluran Biosolar, Pertamina tindak SPBU di Lampung Tengah
06 April 2022 10:32 WIB, 2022
Terpopuler - Investasi
Lihat Juga
THR untuk pekerja, ASN dan TNI/Polri dibayarkan tujuh hari sebelum Lebaran
19 April 2021 17:44 WIB, 2021
Jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated diubah jadi Tol Sheikh Mohamed bin Zayed, DPR berikan sorotan tajam
18 April 2021 9:13 WIB, 2021
Hutama Karya sebut Tol Trans Sumatera bisa tekan biaya logistik 24 persen
16 April 2021 20:07 WIB, 2021
Produsen bulu mata dan rambut palsu asal Semarang mampu tembus pasar Bulgaria
16 April 2021 10:45 WIB, 2021
Bersandar di Tanggamus, tanker raksasa pengangkut minyak Pertamina tiba di Indonesia
15 April 2021 20:17 WIB, 2021