Pemkab Tanggamus perbanyak desa untuk cegah stunting
Jumat, 1 November 2019 8:43 WIB
Kasubdit Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Ditjen Informasi Dan Komunikasi Publik Kemenkominfo RI, Sarjono (Kiri) dan Kadis Kominfo Tanggamus Sabarrudin, Kamis (31/10/2019). ANTARA/Dian Hadiyatna
Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung berencana memperbanyak pekon (desa) sebagai sasaran intervensi penanganan stunting atau masalah kekerdilan.
"Menurut data pada tahun 2019 ada 10 lokus di Tanggamus, pada tahun 2020 kami ada agenda khusus menambah 33 desa sebagai lokus intervensi stunting," kata Kadis Kominfo Kabupaten Tanggamus, Sabarrudin saat acara Genbest di Tanggamus Kamis.
Ia mengatakan bahwa mengacu pada data Dinas Kesehatan setempat, angka stunting di Tanggamus saat ini mencapai angka 28 persen dan tahun depan akan coba diturunkan di bawah 20 persen.
"Maka untuk menurunkan akan persentase stunting di sini kami meminta komitmen kepada semua pihak untuk bersama-sama mengatasi masalah ini agar generasi kita ke depan dapat hidup bersih, sehat dan cerdas," kata dia.
Menurut dia, sekarang ini masih banyak remaja yang kurang memperhatikan kesehatan padahal hal ini perlu untuk kepentingan nasional dalam menumbuhkan SDM yang berkualitas.
Di 2020, lanjutnya, penyakit ini harus cepat terdeteksi dan langsung ditangani dari saat proses kehamilan ibu hingga seribu hari kehidupan anak untuk menciptakan generasi emas.
"Maka dari itu kita semua harus turut serta dalam mengkampanyekan program pencegahan stunting sejak dini, kita juga sudah sosialisakan 3P (peduli, pahami dan partisipasi) ke masyarakat," kata dia.
Stunting tidak hanya disebabkan oleh kekurangan gizi saat kehamilan, katanya akan tetapi banyak faktor lainnya seperti, pola asuh anak, kebersihan yang tidak terjaga saat masa pertumbuhan, dan lingkungan yang kurang sehat
Ia mengatakan bahwa indikator stunting dapat dilihat dari usia anak yang tidak sebanding dengan pertumbuhannya dan yang paling krusial ada pada umur dua tahun.
"Apabila anak terkena penyakit ini hingga usia 2 tahun itu bisa disebut gagal tumbuh sehingga berpengaruh pada kongitif anak, maka dalam program ini kami lebih menyasar kepada ibu hamil hingga masa kehidupan 1000 hari untuk menciptakan generasi emas," katanya.
"Menurut data pada tahun 2019 ada 10 lokus di Tanggamus, pada tahun 2020 kami ada agenda khusus menambah 33 desa sebagai lokus intervensi stunting," kata Kadis Kominfo Kabupaten Tanggamus, Sabarrudin saat acara Genbest di Tanggamus Kamis.
Ia mengatakan bahwa mengacu pada data Dinas Kesehatan setempat, angka stunting di Tanggamus saat ini mencapai angka 28 persen dan tahun depan akan coba diturunkan di bawah 20 persen.
"Maka untuk menurunkan akan persentase stunting di sini kami meminta komitmen kepada semua pihak untuk bersama-sama mengatasi masalah ini agar generasi kita ke depan dapat hidup bersih, sehat dan cerdas," kata dia.
Menurut dia, sekarang ini masih banyak remaja yang kurang memperhatikan kesehatan padahal hal ini perlu untuk kepentingan nasional dalam menumbuhkan SDM yang berkualitas.
Di 2020, lanjutnya, penyakit ini harus cepat terdeteksi dan langsung ditangani dari saat proses kehamilan ibu hingga seribu hari kehidupan anak untuk menciptakan generasi emas.
"Maka dari itu kita semua harus turut serta dalam mengkampanyekan program pencegahan stunting sejak dini, kita juga sudah sosialisakan 3P (peduli, pahami dan partisipasi) ke masyarakat," kata dia.
Stunting tidak hanya disebabkan oleh kekurangan gizi saat kehamilan, katanya akan tetapi banyak faktor lainnya seperti, pola asuh anak, kebersihan yang tidak terjaga saat masa pertumbuhan, dan lingkungan yang kurang sehat
Ia mengatakan bahwa indikator stunting dapat dilihat dari usia anak yang tidak sebanding dengan pertumbuhannya dan yang paling krusial ada pada umur dua tahun.
"Apabila anak terkena penyakit ini hingga usia 2 tahun itu bisa disebut gagal tumbuh sehingga berpengaruh pada kongitif anak, maka dalam program ini kami lebih menyasar kepada ibu hamil hingga masa kehidupan 1000 hari untuk menciptakan generasi emas," katanya.
Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Tanggamus dan Rainforest Alliance bagikan bibit kopi untuk pemulihan lingkungan
28 January 2026 15:16 WIB
Tim SAR hentikan pencarian delapan ABK KM Maulana yang hilang di Tanggamus
27 December 2025 13:12 WIB
Pangdam XXI: Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Tanggamus capai 45 persen
24 December 2025 19:07 WIB
Perusahaan swasta nasional komitmen jaga lingkungan dan ekonomi masyarakat Lampung
24 December 2025 18:08 WIB
Tim SAR gabungan perluas pencarian 8 ABK KM Maulana terbakar di Tanggamus
23 December 2025 19:43 WIB
Terpopuler - Tanggamus
Lihat Juga
Pemkab Tanggamus dan Rainforest Alliance bagikan bibit kopi untuk pemulihan lingkungan
28 January 2026 15:16 WIB
Tim SAR hentikan pencarian delapan ABK KM Maulana yang hilang di Tanggamus
27 December 2025 13:12 WIB
Tim SAR gabungan perluas pencarian 8 ABK KM Maulana terbakar di Tanggamus
23 December 2025 19:43 WIB
Lapas Kotaagung gelar razia tekan penyalahgunaan narkoba dan praktik penipuan
20 November 2025 15:48 WIB