Bandarlampung (ANTARA) -
Ibu dengan HIV masih bisa tetap menyusui namun dianjurkan memilih salah satu metode apakah hanya air susu ibu (ASI) atau hanya susu formula saja.

"Hal itu untuk menghindari penularan virus yang lebih parah lagi dan memperkecil risiko penularan, karena dikhawatirkan terjadi alergi susu sapi yang menyebabkan luka pada saluran cerna maka virus HIV akan lebih mudah masuk," kata dr Leni Ervina MKes SpA (K) dalam talkshow dengan tema "Do & Don't Menyusui Secara Medis" yang diselenggarakan oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Daerah Lampung, di Ruang Abung Balai Keratun, kantor gubernur Lampung, di Bandarlampung, Sabtu.
.

 
Selain itu, ia menjelaskan, untuk ibu yang mengidap Hepatitis B tetap bisa menyusui dengan catatan bayi sudah dilakukan pemberian imunoglobulin Hepatitis B dan vaksin Hepatitis B yang diberikan secara bersamaan pascapersalinan. Untuk imunoglobulin Hepatitis B disarankan diberikan 12 jam segera pascapersalinan. Karena itu, ibu dengan HIV dan Hepatitis B tidak perlu khawatir untuk tetap menyusui selama tata laksananya sudah benar.
.
Dokter Leni juga menyarankan kepada para ibu yang memiliki indikasi medis atau anak yang memiliki indikasi medis untuk berkonsultasi kepada tenaga kesehatan, agar mendapatkan bantuan praktis terkait pemberian ASI sesuai indikasi medis.
.
Selain dr Leni Ervina MKes SpA (K) narasumber talkshow yang diselenggarakan oleh AIMI Daerah Lampung ini, juga menghadirkan Risanna Innisa Arinal.

Ibu yang menyusui dua orang anak dan biasa dipanggil Ica ini menyampaikan perjalanan tandem nursing.
.
"Saat saya tetap menyusui dalam kondisi hamil anak kedua, banyak pihak yang meragukan pilihan saya tersebut. Namun dengan berkonsultasi dengan dokter, saya dan suami semakin yakin tetap menyusui anak pertama pada saat hamil anak kedua. Alhamdulillah sekarang para ibu menyusui ada AIMI Lampung yang bisa dijadikan tempat untuk berkonsultasi menyusui, maka harus memanfaatkan mendapatkan informasi yang tepat, kata Risanna pula.
 

Pewarta : Budisantoso Budiman
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2024