Palembang masih diliputi kabut asap pekat
Jumat, 25 Oktober 2019 8:57 WIB
Arsip Foto. Sejumlah kendaraan melintas Jalan Gubernur Ahmad Bastari Palembang yang diselimuti kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (23/10/2019). (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Palembang (ANTARA) - Kota Palembang Sumatera Selatan, masih diliputi kabut asap pekat sehingga membuat aktivitas sehari-hari warga terganggu dalam sepekan terakhir.
"Malah asap sudah masuk ke dalam rumah, mata jadi perih. Saya heran juga, kenapa asap ini tidak hilang-hilang," kata Junaidi, pedagang buah di Pasar Perumnas, di Palembang, Jumat.
Kabut asap di Kota Palembang membuat jarak pandang memendek dan kualitas udara menurun.
"Pekan lalu anak saya sudah diliburkan satu Minggu full, nah beberapa hari ini belum ada instruksi baru. Jadi anak-anak saya tetap sekolah meski masuknya diubah dari jam 07.00 menjadi 08.00 WIB. Sebenarnya ini sudah sangat parah, harusnya diliburkan lagi," kata Amelia, warga Kecamatan Sematang Borang, Palembang.
Baca juga: Asap pekat selimuti Kota Palembang, bikin perih dan sesak napas
Menurut data Dinas Kehutanan Sumatera Selatan pada Jumat ada 1.297 titik panas indikasi awal kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.
Titik panas tersebar di 15 kabupaten di Sumatera Selatan, paling banyak di Kabupaten Ogan Komering Ilir (867) disusul Musi Banyuasin (122), dan Banyuasin (81).
Baca juga: Akibat kabut asap, sekolah di Palembang pulangkan siswanya
Sementara itu, menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, hujan baru turun di Sumatera Selatan pada awal November.
Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan dalam dua pekan terakhir, termasuk mengerahkan helikopter untuk melakukan pengeboman air dan menambah personel pemadaman di darat.
Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan agak sulit karena sebagian terjadi di lahan gambut, yang kalau sudah terbakar tidak mudah dipadamkan, dan lokasi kebakaran susah dijangkau.
Baca juga: Warga Palembang keluhkan kabut asap, jarak pandang 10 meter
"Malah asap sudah masuk ke dalam rumah, mata jadi perih. Saya heran juga, kenapa asap ini tidak hilang-hilang," kata Junaidi, pedagang buah di Pasar Perumnas, di Palembang, Jumat.
Kabut asap di Kota Palembang membuat jarak pandang memendek dan kualitas udara menurun.
"Pekan lalu anak saya sudah diliburkan satu Minggu full, nah beberapa hari ini belum ada instruksi baru. Jadi anak-anak saya tetap sekolah meski masuknya diubah dari jam 07.00 menjadi 08.00 WIB. Sebenarnya ini sudah sangat parah, harusnya diliburkan lagi," kata Amelia, warga Kecamatan Sematang Borang, Palembang.
Baca juga: Asap pekat selimuti Kota Palembang, bikin perih dan sesak napas
Menurut data Dinas Kehutanan Sumatera Selatan pada Jumat ada 1.297 titik panas indikasi awal kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.
Titik panas tersebar di 15 kabupaten di Sumatera Selatan, paling banyak di Kabupaten Ogan Komering Ilir (867) disusul Musi Banyuasin (122), dan Banyuasin (81).
Baca juga: Akibat kabut asap, sekolah di Palembang pulangkan siswanya
Sementara itu, menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, hujan baru turun di Sumatera Selatan pada awal November.
Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan dalam dua pekan terakhir, termasuk mengerahkan helikopter untuk melakukan pengeboman air dan menambah personel pemadaman di darat.
Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan agak sulit karena sebagian terjadi di lahan gambut, yang kalau sudah terbakar tidak mudah dipadamkan, dan lokasi kebakaran susah dijangkau.
Baca juga: Warga Palembang keluhkan kabut asap, jarak pandang 10 meter
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tiga perusahaan penyebab kabut asap digugat masyarakat ke PN Palembang
30 August 2024 5:30 WIB, 2024
Sebagian wilayah Mukomuko diliputi kabut asap akibat kebakaran lahan gambut
25 November 2023 9:31 WIB, 2023
Pemkot Bandarlampung kerahkan tenaga kesehatan sisir warga terdampak asap TPA
19 October 2023 18:26 WIB, 2023
Hujan dan kabut asap diperkirakan landa sejumlah kota besar di Indonesia
06 October 2023 5:20 WIB, 2023
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Wamen Koperasi dorong koperasi di Lampung Timur kelola komoditas unggulan daerah
05 May 2026 7:18 WIB
Pemkot Jakarta Utara tangkap 493 kg ikan sapu-sapu guna Jaga ekosistem perairan
29 April 2026 8:59 WIB