Asap pekat selimuti Kota Palembang, bikin perih dan sesak napas
Jumat, 25 Oktober 2019 5:46 WIB
Asap pekat menyelimuti Kota Palembang pada malam hari, Kamis (24/10) (ANTARA/Aziz Munajar/19)
Palembang (ANTARA) - Asap pekat menyelimuti Kota Palembang pada Kamis malam yang mengganggu warga yang beraktivitas di luar rumah karena menimbulkan perih di mata serta sesak napas.
Salah seorang warga Kecamatan Kemuning, Armika, mengatakan intensitas asap pada Kamis malam terasa lebih pekat dari malam-malam biasanya, bahkan aroma menyengat asap juga masuk ke dalam rumahnya.
"Kalau asap malam sudah sepekat ini apalagi besok pagi, tapi semoga saja tidak," ujar Armika.
Menurut dia asap mulai terasa menebal sejak Kamis sore saat angin cukup kencang berhembus, ia juga sempat menerima informasi terbakarnya lahan di beberapa lokasi sekitar Kota Palembang melalui media sosial.
Baca juga: Akibat kabut asap, sekolah di Palembang pulangkan siswanya
Berdasarkan pantauan laman resmi LAPAN pada Kamis Pukul 23.30 WIB, terdapat 1.292 titik panas di Wilayah Sumatera Selatan, sebanyak 563 titik di antaranya memiliki tingkat kepercayaan di atas 80 persen.
563 titik tersebut mayoritas berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir yang dua bulan terakhir menjadi wilayah pengirim asap ke Kota Palembang berdasarkan pantauan BMKG.
Sementara Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Anshori, menyebut kondisi asap di Kota Palembang cenderung fluktuatif mengikuti arah dan kecepatan angin.
"Kalau angin dari timur asapnya agak cepat, berbeda jika dari arah tenggara yang cenderung lambat, dan angin itu memang cepat membawa asap dari OKI ke Palembang, tapi cepat juga membawanya keluar dari Palembang," kata Anshori.
Baca juga: Aktivitas kapal besar di Sungai Musi dihentikan akibat kabut asap
Selain itu kondisi asap pada malam hari ikut dipengaruhi kelembapan udara.
Akibat asap pekat Kamis malam, data Air Visual terintegrasi satelit Pukul 23.30 WIB memantau Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) berada di angka 396 dengan kategori berbahaya atau setara 346 mikrogram/meter kubik PM 2,5.
Baca juga: Warga Palembang keluhkan kabut asap, jarak pandang 10 meter
Salah seorang warga Kecamatan Kemuning, Armika, mengatakan intensitas asap pada Kamis malam terasa lebih pekat dari malam-malam biasanya, bahkan aroma menyengat asap juga masuk ke dalam rumahnya.
"Kalau asap malam sudah sepekat ini apalagi besok pagi, tapi semoga saja tidak," ujar Armika.
Menurut dia asap mulai terasa menebal sejak Kamis sore saat angin cukup kencang berhembus, ia juga sempat menerima informasi terbakarnya lahan di beberapa lokasi sekitar Kota Palembang melalui media sosial.
Baca juga: Akibat kabut asap, sekolah di Palembang pulangkan siswanya
Berdasarkan pantauan laman resmi LAPAN pada Kamis Pukul 23.30 WIB, terdapat 1.292 titik panas di Wilayah Sumatera Selatan, sebanyak 563 titik di antaranya memiliki tingkat kepercayaan di atas 80 persen.
563 titik tersebut mayoritas berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir yang dua bulan terakhir menjadi wilayah pengirim asap ke Kota Palembang berdasarkan pantauan BMKG.
Sementara Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Anshori, menyebut kondisi asap di Kota Palembang cenderung fluktuatif mengikuti arah dan kecepatan angin.
"Kalau angin dari timur asapnya agak cepat, berbeda jika dari arah tenggara yang cenderung lambat, dan angin itu memang cepat membawa asap dari OKI ke Palembang, tapi cepat juga membawanya keluar dari Palembang," kata Anshori.
Baca juga: Aktivitas kapal besar di Sungai Musi dihentikan akibat kabut asap
Selain itu kondisi asap pada malam hari ikut dipengaruhi kelembapan udara.
Akibat asap pekat Kamis malam, data Air Visual terintegrasi satelit Pukul 23.30 WIB memantau Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) berada di angka 396 dengan kategori berbahaya atau setara 346 mikrogram/meter kubik PM 2,5.
Baca juga: Warga Palembang keluhkan kabut asap, jarak pandang 10 meter
Pewarta : Aziz Munajar
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Peringati Hari TB, LKC Dompet Dhuafa Sumsel gencarkan skrining dan dukungan nutrisi pasien
22 April 2026 8:55 WIB
Telkomsel lanjutkan akselerasi UKM Sumsel dengan teknologi AI lewat Program DCE ke-5
18 December 2025 16:37 WIB
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
BMKG prakirakan kota-kota besar di Indonesia, termasuk Lampung diguyur hujan
26 January 2025 7:40 WIB, 2025
DMC Dompet Dhuafa membuka pos bagi penyintas erupsi Gunung Ibu Halmahera
24 January 2025 10:21 WIB, 2025
BMKG prakirakan hujan guyur mayoritas wilayah Indonesia, termasuk Bandarlampung
22 January 2025 5:35 WIB, 2025
BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca untuk kurangi banjir di Bandarlampung
20 January 2025 12:11 WIB, 2025
Jihan Nurlela sebut perlu revitalisasi mangrove untuk maksimalkan ekowisata
12 January 2025 5:06 WIB, 2025