Keceriaan anak-anak pencari suaka di tempat penampungan
Senin, 12 Agustus 2019 4:45 WIB
Keceriaan anak-anak pencari suaka saat berswafoto di tempat penampungan bekas Kodim Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (11/8/2019) (ANTARA/Shofi Ayudiana)
Jakarta (ANTARA) - Puluhan anak-anak pencari suaka tampak ceria merayakan Hari Raya Idul Adha meski berada di tempat penampungan yang berlokasi di bekas Kodim Kalideres Jakarta Barat, Minggu.
Maryam (10) putri dari Syakila (40), pengungsi asal Afganistan sudah tinggal di Indonesia selama empat tahun, terlihat belum mandi tapi tak melunturkan wajah manisnya, tiba-tiba menghampiri Antara yang sedang bertugas di lokasi.
Beberapa anak lainnya ada yang masih tertidur, sarapan pagi di tenda dan ada juga yang tampak asyik bermain bola di depan gedung sambil sesekali tertawa terbahak-bahak saat bolanya masuk ke dalam selokan.
Kondisi ini tampak kontras dengan anak-anak warga sekitar lainnya yang ikut melaksanakan Salat Idul Adha, Maryam terlihat berkeliling di sekitar tenda pengungsian sambil sesekali menyunggingkan senyumnya.
“Aku tadi salat di tenda sana,” kata Maryam sambil menunjuk tendanya yang berada di ujung gedung.
Maryam yang cukup fasih berbahasa Inggris, mengatakan ia cukup senang bisa tinggal di tempat penampungan, dan bertemu teman-teman baru setelah sebelumnya tinggal di depan Kantor Imigrasi, Jakarta Barat.
Ia bahkan menceritakan tentang kerinduannya untuk bisa bersekolah lagi seperti waktu di kampung halamannya. Maryam sempat mengenyam pendidikan selama dua tahun. Kemampuan Bahasa Inggrisnya pun ia miliki saat bersekolah di Afganistan.
“Sepatumu mirip sepatu sekolahku,” kata Maryam sambil tersenyum menunjuk ke arah sepatu wartawan Antara.
Seperti halnya Maryam, Maisya (9) pengungsi asal Sudan juga terlihat bergembira menyambut kedatangan Antara di sana. Ia pun tak canggung untuk mengajak Antara bermain dan berbincang.
Meskipun tidak dapat merayakan Idul Adha, sepanjang hari wajah mereka selalu menampilkan senyuman saat mengobrol bersama teman-temannya sesama pencari suaka.
“Aku senang ada kakak datang ke sini,” kata Maisya dalam Bahasa Indonesia yang cukup fasih.
Di tempat penampungan itu dengan kondisi prihatin dan serba keterbatasan, Maryam, Maisya, serta anak-anak pencari suaka mengisi hari-harinya dengan bermain bersama, tertawa, dan bercengkrama satu sama lain.
Total jumlah pengungsi yang menempati tempat tersebut sebanyak 1.127 orang, terdiri atas 851 orang dewasa, dan 276 anak-anak.
Harapan mereka hanyalah bisa segera mendapatkan negara dan rumah baru agar bisa kembali belajar, bersekolah, dan hidup layak.
“Terima kasih sudah datang ke sini dan mengobrol dengan kami,” kata Maryam.
Maryam (10) putri dari Syakila (40), pengungsi asal Afganistan sudah tinggal di Indonesia selama empat tahun, terlihat belum mandi tapi tak melunturkan wajah manisnya, tiba-tiba menghampiri Antara yang sedang bertugas di lokasi.
Beberapa anak lainnya ada yang masih tertidur, sarapan pagi di tenda dan ada juga yang tampak asyik bermain bola di depan gedung sambil sesekali tertawa terbahak-bahak saat bolanya masuk ke dalam selokan.
Kondisi ini tampak kontras dengan anak-anak warga sekitar lainnya yang ikut melaksanakan Salat Idul Adha, Maryam terlihat berkeliling di sekitar tenda pengungsian sambil sesekali menyunggingkan senyumnya.
“Aku tadi salat di tenda sana,” kata Maryam sambil menunjuk tendanya yang berada di ujung gedung.
Maryam yang cukup fasih berbahasa Inggris, mengatakan ia cukup senang bisa tinggal di tempat penampungan, dan bertemu teman-teman baru setelah sebelumnya tinggal di depan Kantor Imigrasi, Jakarta Barat.
Ia bahkan menceritakan tentang kerinduannya untuk bisa bersekolah lagi seperti waktu di kampung halamannya. Maryam sempat mengenyam pendidikan selama dua tahun. Kemampuan Bahasa Inggrisnya pun ia miliki saat bersekolah di Afganistan.
“Sepatumu mirip sepatu sekolahku,” kata Maryam sambil tersenyum menunjuk ke arah sepatu wartawan Antara.
Seperti halnya Maryam, Maisya (9) pengungsi asal Sudan juga terlihat bergembira menyambut kedatangan Antara di sana. Ia pun tak canggung untuk mengajak Antara bermain dan berbincang.
Meskipun tidak dapat merayakan Idul Adha, sepanjang hari wajah mereka selalu menampilkan senyuman saat mengobrol bersama teman-temannya sesama pencari suaka.
“Aku senang ada kakak datang ke sini,” kata Maisya dalam Bahasa Indonesia yang cukup fasih.
Di tempat penampungan itu dengan kondisi prihatin dan serba keterbatasan, Maryam, Maisya, serta anak-anak pencari suaka mengisi hari-harinya dengan bermain bersama, tertawa, dan bercengkrama satu sama lain.
Total jumlah pengungsi yang menempati tempat tersebut sebanyak 1.127 orang, terdiri atas 851 orang dewasa, dan 276 anak-anak.
Harapan mereka hanyalah bisa segera mendapatkan negara dan rumah baru agar bisa kembali belajar, bersekolah, dan hidup layak.
“Terima kasih sudah datang ke sini dan mengobrol dengan kami,” kata Maryam.
Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo perintahkan hunian sementara untuk pengungsi di Sumatera segera rampung
15 December 2025 7:49 WIB
Prabowo sebut kapal mulai sandar di Sibolga, Hercules tiap hari angkut bantuan bencana
01 December 2025 14:39 WIB
Dompet Dhuafa hadirkan Musala darurat di tempat pengungsian erupsi Gunung Lewotobi
22 November 2024 9:14 WIB, 2024
Korban erupsi Gunung Lewotobi di pengungsian bertambah jadi 4.436 orang
06 November 2024 14:41 WIB, 2024
Terpopuler - Sekolah/Perguruan Tinggi
Lihat Juga
Disdik Lampung tingkatkan kemampuan akademik lalui pembiasaan soal berbasis HOTS
14 January 2026 20:21 WIB
Sekolah desa sebagai pusat peradaban, Dosen UM Kalianda lakukan pengabdian di Lampung Selatan
12 January 2026 14:50 WIB
Program FKUI kampus pertama peraih akreditasi internasional dari IAAHEH-INT
21 December 2025 10:11 WIB