Bagi Christine Hakim, belajar Indonesia lewat film sejarah
Selasa, 14 Mei 2019 12:19 WIB
Christine Hakim (ANTARA /Teresia May)
Jakarta (ANTARA) - Selama empat dekade berkarir di industri film, aktris Christine Hakim telah mencicipi pengalaman berakting di lima film sejarah, yang membuatnya bisa belajar lebih dalam tentang Indonesia.
Proses pembuatan film sejarah, ujar Christine, terasa seperti rekonstruksi skenario Tuhan sebab apa yang disajikan berasal dari kisah nyata.
"Jadi napak tilas bagi saya sebagai bangsa Indonesia untuk memahami apa itu Indonesia," ujar Christine dalam suatu konferensi pers film "Bumi Itu Bulat".
Salah satu film sejarah yang dibintanginya adalah "Tjoet Nja' Dhien" (1988). Lewat film itu, Christine bisa membayangkan perjuangan pahlawan untuk meraih kemerdekaan Indonesia yang sekarang bisa dinikmati semua orang.
Saat mengenang Cut Nyak Dien, Christine terdiam sejenak. Dengan suara tercekat menahan tangis, dia melanjutkan, "Berapa juta nenek moyang kita, yang gugur tumpah darah mereka. Kita hanya menikmati hasil perjuangan dan kerja keras. Tidak ada darah yang kita tumpahkan," ujar dia.
Dia menyayangkan, kemerdekaan yang didapat secara susah payah itu kerap lupa disyukuri oleh orang-orang saat ini. Keberagaman yang jadi kekuatan Indonesia akhir-akhir ini justru kerap dijadikan sumber masalah.
"Kita harus mengasihi sesama hamba Allah," ujarnya.
Christine Hakim adalah salah satu inisiator mempromosikan toleransi di kalangan anak muda melalui film layar lebar.
Bersama Ketua Umum PP GP Ansor Gus Yaqut, sineas Robert Ronny, komika Arie Kriting dan perancang Jenahara Nasution bersepakat membuat film "Bumi Itu Bulat", agar anak muda dapat melihat model yang baik mengenai toleransi.
"Bumi Itu Bulat" akan tayang pada 11 April mendatang.
Proses pembuatan film sejarah, ujar Christine, terasa seperti rekonstruksi skenario Tuhan sebab apa yang disajikan berasal dari kisah nyata.
"Jadi napak tilas bagi saya sebagai bangsa Indonesia untuk memahami apa itu Indonesia," ujar Christine dalam suatu konferensi pers film "Bumi Itu Bulat".
Salah satu film sejarah yang dibintanginya adalah "Tjoet Nja' Dhien" (1988). Lewat film itu, Christine bisa membayangkan perjuangan pahlawan untuk meraih kemerdekaan Indonesia yang sekarang bisa dinikmati semua orang.
Saat mengenang Cut Nyak Dien, Christine terdiam sejenak. Dengan suara tercekat menahan tangis, dia melanjutkan, "Berapa juta nenek moyang kita, yang gugur tumpah darah mereka. Kita hanya menikmati hasil perjuangan dan kerja keras. Tidak ada darah yang kita tumpahkan," ujar dia.
Dia menyayangkan, kemerdekaan yang didapat secara susah payah itu kerap lupa disyukuri oleh orang-orang saat ini. Keberagaman yang jadi kekuatan Indonesia akhir-akhir ini justru kerap dijadikan sumber masalah.
"Kita harus mengasihi sesama hamba Allah," ujarnya.
Christine Hakim adalah salah satu inisiator mempromosikan toleransi di kalangan anak muda melalui film layar lebar.
Bersama Ketua Umum PP GP Ansor Gus Yaqut, sineas Robert Ronny, komika Arie Kriting dan perancang Jenahara Nasution bersepakat membuat film "Bumi Itu Bulat", agar anak muda dapat melihat model yang baik mengenai toleransi.
"Bumi Itu Bulat" akan tayang pada 11 April mendatang.
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terdakwa korupsi lahan Kemenag Lampung divonis 3 tahun, ada hakim "Dissenting Opinion"
30 April 2026 11:08 WIB
Hakim tolak perlawanan terdakwa Dendi dalam putusan sela kasus korupsi proyek SPAM
10 April 2026 15:41 WIB
Hakim beri waktu untuk mediasi terkait sidang gugatan perbuatan melawan hukum
25 November 2025 18:32 WIB
Jubir pengadilan sebut empat hakim tambahan dapat bantu kinerja pengadilan
10 November 2025 15:29 WIB
Hakim tunggal Pengadilan Negeri Tanjungkarang akan sidangkan praperadilan tanpa termohon
14 October 2025 13:46 WIB
Majelis hakim akan panggil pihak Polresta terkait gugatan praperadilan tersangka dugaan penggelapan
10 October 2025 14:30 WIB
Narapidana keluhkan sulitnya ambil barang bukti yang telah diputus oleh majelis hakim
08 October 2025 14:52 WIB
Terpopuler - Musik dan Film
Lihat Juga
Paul McCartney ungkap rencana pensiun usai The Beatles bubar pada 1970
23 March 2023 22:25 WIB, 2023
Indonesia raih empat penghargaan utama dari Festival Film Pariwisata Jepang
17 March 2023 22:10 WIB, 2023
Konser 30 tahun Dewa 19 bisa disaksikan ulang secara streaming lewat Video Legend TV
10 March 2023 11:31 WIB, 2023
Wajah "Goodfather of Broken Heart" Didi Kempot tampil di Google Doodle
26 February 2023 10:07 WIB, 2023
Debut film "Ant-Man 3" diharapkan bisa tembus Rp3,8 triliun di box office secara global
15 February 2023 9:37 WIB, 2023