Petani : Harga komoditas perkebunan masih rendah
Minggu, 14 April 2019 9:32 WIB
Para pekebun di kawasan hutan lindung TNBBS di Kabupaten Tanggamus , Minggu, menyebutkan produksi hasil perkebunan mereka mulai turun karena kesuburan tanah berkuran. (Muklasin/Antaralampung.com)
Tanggamus, Lampung (ANTARA) - Sejumlah pekebun di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, menyebutkan harga komoditas perkebunan di daerah itu masih rendah, dan produktivitas hasil perkebunan juga turun.
Menurut Wagimin, pekebun di kawasan hutan lindung di Desa (pekon) Duoh, Kecamatan Bandarnegeri Suong Kabupaten Tamggamus, Minggu , harga biji kopi kini hanya Rp18 ribu per kilogram, biji coklelatRp25 ribu/kg dan lada putih Rp30 ribu per kilogram.
"Harga itu masih rendah, belum tinggi mengingat tanaman kakao sekarang lagi jarang berbuah," katanya.
Menurut Wagimin, produksi perkebunan di kawasan hutan lindung di Kecamatan Bandarnegeri Suong Tanggamus masih rendah atau belum mencapai target.
"Produktivitas perkebunan kami lagi menurun. Tahun lalu satu hektare lahan kopi hanya menghasilkan biji kopi sebanyak dua kuintal. Kalau tahun ini kemungkinan bisa naik sedikit saja," katanya.
Ia menyebutkan beberapa penyebab turunnya produktivitas hasil perkebunan mereka, seperti pemupukan kurang karena sulit mendapatkan pupuk, sementara kesuburan tanah mulai berkurang.
Wagimin dan sejumlah pekebun lainnya adalah suatu kelompok penggarap dalam kawasan hutan lindung Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang mendapat izin Usaha Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (IUPHk) nomor B.475/34/II/2014. Mereka selain menanam tanaman yang dianjurkan pemerintah, juga menanam tanaman perkebunan seperti durian, kopi, lada, kakao, jengkol, dan pisang.
Menurut salah satu pekebun lainnya, Parman, hasil perkebunannya dijual ke tengkulak setempat.
Selain itu, kata dia, harga dan produksi perkebunan juga lagi turun di daerahnya.
Menurut Wagimin, pekebun di kawasan hutan lindung di Desa (pekon) Duoh, Kecamatan Bandarnegeri Suong Kabupaten Tamggamus, Minggu , harga biji kopi kini hanya Rp18 ribu per kilogram, biji coklelatRp25 ribu/kg dan lada putih Rp30 ribu per kilogram.
"Harga itu masih rendah, belum tinggi mengingat tanaman kakao sekarang lagi jarang berbuah," katanya.
Menurut Wagimin, produksi perkebunan di kawasan hutan lindung di Kecamatan Bandarnegeri Suong Tanggamus masih rendah atau belum mencapai target.
"Produktivitas perkebunan kami lagi menurun. Tahun lalu satu hektare lahan kopi hanya menghasilkan biji kopi sebanyak dua kuintal. Kalau tahun ini kemungkinan bisa naik sedikit saja," katanya.
Ia menyebutkan beberapa penyebab turunnya produktivitas hasil perkebunan mereka, seperti pemupukan kurang karena sulit mendapatkan pupuk, sementara kesuburan tanah mulai berkurang.
Wagimin dan sejumlah pekebun lainnya adalah suatu kelompok penggarap dalam kawasan hutan lindung Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang mendapat izin Usaha Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (IUPHk) nomor B.475/34/II/2014. Mereka selain menanam tanaman yang dianjurkan pemerintah, juga menanam tanaman perkebunan seperti durian, kopi, lada, kakao, jengkol, dan pisang.
Menurut salah satu pekebun lainnya, Parman, hasil perkebunannya dijual ke tengkulak setempat.
Selain itu, kata dia, harga dan produksi perkebunan juga lagi turun di daerahnya.
Pewarta : Muklasin
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
TNWK lakukan penguatan pengamanan untuk cegah konflik manusia dengan gajah
19 January 2026 18:26 WIB
KLHK evaluasi menyeluruh penanganan konflik gajah liar Way Kambas dengan masyarakat
13 January 2026 22:19 WIB
Pengunjung taman penangkaran rusa Tahura Wan Abdul Rachman naik jadi 6.500 orang
31 December 2025 21:21 WIB
Taman penangkaran rusa Lampung jadi tujuan wisata edukasi di libur penghujung tahun
31 December 2025 18:54 WIB
Bupati Lamtim wujudkan tanggul sungai di Braja Asri, berfungsi penangkal gajah liar Way Kambas
09 December 2025 12:16 WIB
Terpopuler - Tanggamus
Lihat Juga
Pemkab Tanggamus dan Rainforest Alliance bagikan bibit kopi untuk pemulihan lingkungan
28 January 2026 15:16 WIB
Tim SAR hentikan pencarian delapan ABK KM Maulana yang hilang di Tanggamus
27 December 2025 13:12 WIB
Tim SAR gabungan perluas pencarian 8 ABK KM Maulana terbakar di Tanggamus
23 December 2025 19:43 WIB
Lapas Kotaagung gelar razia tekan penyalahgunaan narkoba dan praktik penipuan
20 November 2025 15:48 WIB