Ketua Dekranasda imbau lestarikan batik Lampung
Selasa, 9 Oktober 2018 20:50 WIB
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung Yustin Ridho Ficardo foto bersama dengan Asosiasi Batik dan Tenun Nusantara di Aula Gedung PKK Provinsi Lampung, Rabu (18/7). (Foto: Dok/Humas Pemprov Lampung)
Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung, Aprilani Yustin Ridho Ficardo mengimbau masyarakat daerah setempat melestarikan dan menggunakan batik khas Lampung.
"Selain unik, batik khas Lampung punya kelebihan corak, warna, dan bahan," katanya pada Hari Batik Nasional di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Selasa.
Menurutnya, kecintaan terhadap daerah salah satunya mencintai produk lokal seperti mengenakan batik Lampung.
Ia juga mengharaplan, kepada Asosiasi Batik Lampung dapat membantu para pengrajin mengembangkan kerajinan batik daerah ini.
Ia menyebutkan, Hari Batik Nasional, merupakan bagian tak terpisahkan atas pengukuhan Badan PBB Unesco, bahwa batik Indonesia menjadi warisan Budaya Tak Benda yang ditetapkan pada 2 Oktober 2009.
Kemudian, ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional dengan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2009. Pengukuhan tersebut menjadi suatu kebanggaan atas pengakuan internasional terhadap seni budaya Indonesia.
"Ini merupakan tantangan bagi bangsa Indonesia untuk terus melestarikan, memelihara, dan melindungi batik sebagai warisan budaya berkelanjutan," kata Yustin yang juga Ketua Dewan Kesenian Lampung (DKL) itu.
Ia yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung itu berharap kepada pengurus, anggota, dan pemangku kepentingan kerajinan daerah agar dapat berperan aktif menciptakan pengrajin dan pelaku usaha.?
"Mereka harus memiliki kreativitas tinggi, sehingga nantinya dapat memberikan sumbangsih dalam pembangunan daerah yang berbasis ekonomi kreatif," katanya.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Profesi Batik dan Tenun Nusantara (APBTN) Bhuana Provinsi Lampung, Laila Alhusna mengatakan tema yang diangkat pada Hari Batik Nasional memadukan gaya internasional, namun tetap mempertahankan kearifan lokal.
"Jika diartikan secara luas tema Beauty Ruwa Jurai adalah keagungan dari dua adat istiadat yang menyatu. Keagungan tersebut tergambar dari kekayaan wastra adat Provinsi Lampung yang pada kesempatan kali ini mengeksplorasi keindahan batik dan tenun sesuai dengan arahan Ketua Dekransada Provinsi Lampung pada peringatan Hari Batik Nasional," jelasnya.
Rangkaian Hari Batik Nasional Provinsi Lampung bertema "Beauty Ruwa Jurai" ini dikemas untuk meningkatkan ragam dan kualitas produk kerajinan.
PBTN Bhuana Lampung secara khusus bergerak menjaga eksistensi dan melestarikan wastra adat Provinsi Lampung, salah satunya batik dan tenun.
"Selain unik, batik khas Lampung punya kelebihan corak, warna, dan bahan," katanya pada Hari Batik Nasional di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Selasa.
Menurutnya, kecintaan terhadap daerah salah satunya mencintai produk lokal seperti mengenakan batik Lampung.
Ia juga mengharaplan, kepada Asosiasi Batik Lampung dapat membantu para pengrajin mengembangkan kerajinan batik daerah ini.
Ia menyebutkan, Hari Batik Nasional, merupakan bagian tak terpisahkan atas pengukuhan Badan PBB Unesco, bahwa batik Indonesia menjadi warisan Budaya Tak Benda yang ditetapkan pada 2 Oktober 2009.
Kemudian, ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional dengan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2009. Pengukuhan tersebut menjadi suatu kebanggaan atas pengakuan internasional terhadap seni budaya Indonesia.
"Ini merupakan tantangan bagi bangsa Indonesia untuk terus melestarikan, memelihara, dan melindungi batik sebagai warisan budaya berkelanjutan," kata Yustin yang juga Ketua Dewan Kesenian Lampung (DKL) itu.
Ia yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung itu berharap kepada pengurus, anggota, dan pemangku kepentingan kerajinan daerah agar dapat berperan aktif menciptakan pengrajin dan pelaku usaha.?
"Mereka harus memiliki kreativitas tinggi, sehingga nantinya dapat memberikan sumbangsih dalam pembangunan daerah yang berbasis ekonomi kreatif," katanya.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Profesi Batik dan Tenun Nusantara (APBTN) Bhuana Provinsi Lampung, Laila Alhusna mengatakan tema yang diangkat pada Hari Batik Nasional memadukan gaya internasional, namun tetap mempertahankan kearifan lokal.
"Jika diartikan secara luas tema Beauty Ruwa Jurai adalah keagungan dari dua adat istiadat yang menyatu. Keagungan tersebut tergambar dari kekayaan wastra adat Provinsi Lampung yang pada kesempatan kali ini mengeksplorasi keindahan batik dan tenun sesuai dengan arahan Ketua Dekransada Provinsi Lampung pada peringatan Hari Batik Nasional," jelasnya.
Rangkaian Hari Batik Nasional Provinsi Lampung bertema "Beauty Ruwa Jurai" ini dikemas untuk meningkatkan ragam dan kualitas produk kerajinan.
PBTN Bhuana Lampung secara khusus bergerak menjaga eksistensi dan melestarikan wastra adat Provinsi Lampung, salah satunya batik dan tenun.
Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ketua Dekranasda Lampung Selatan promosikan kerajinan khas di ITTIE Batam
11 October 2024 7:50 WIB, 2024
Dekranasda: Kenalkan batik Lampung sebagai kekayaan wastra tradisional
12 October 2023 15:32 WIB, 2023
Dekranasda Lampung Selatan kenalkan kerajinan tapis kepada peserta Jumbara
10 July 2023 6:10 WIB, 2023