Penjualan hewan kurban turun
Jumat, 17 Agustus 2018 7:56 WIB
Peternakan sapi di Lampung (ANTARA/Ist)
Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Penjualan hewan kurban baik sapi maupun kambing pada Idul Adha 2018 di Bandarlampung diperkirakan turun sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu.
"Permintaan konsumen akan hewan kurban tak terlalu banyak dibandingkan tahun lalu. Hingga sekarang baru sekitar 20 kambing yang telah dipesan, sedangkan sapi belum ada yang beli," kata Suwardi warga Pengajaran Bandarlampung, Jumat.
Ia mengatakan daya beli masyarakat untuk membeli hewan kurban diperkirakan turun bila dibandingkan tahun lalu. Karena itu dirinya hanya menyiapkan sebanyak 70 ekor kambing untuk dijual, sedangkan sapi tiga ekor.
Tahun lalu, lanjutnya, jumlah hewan kurban yang laku dijual sebanyak 80 ekor kambing, sedangkan sapi hanya tiga ekor.
"Mengingat daya beli masyarakat diperkirakan turun maka saya hanya menjual kambing hanya 70 ekor dan sapi tiga ekor," katanya.
Suwardi yang memiliki lapak di Jalan Rasuna Said Bandarlampung mengaku menjual kambing antara Rp2,5 juta hingga Rp5 juta per ekor. Sedangkan sapi rata-rata Rp18 juta hingga Rp19 juta.
Hewan kurban itu, lanjutnya, dibeli dari berbagai tempat milik petani atau peternak di Kabupaten Pesawaran dan Pringsewu.
Solihin penjual hewan kurban di Bandarlampung lainnya mengakui permintaan hewan kurban saat ini tak terlalu banyak dibandingkan tahun lalu.
"Biasanya saat ini sudah banyak yang memesan atau konsumen telah 'memanjar' untuk hewan kurban. Tetapi sekarang masih sedikit," katanya.
Ia memerkirakan permintaan hewan kurban baik sapi maupun kambing tahun ini tidak sebanyak pada tahun lalu.
Sebelumnya Dinas Pertanian Kota Bandarlampung melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban guna memastikan hewan tersebut terjamin kesehatannya.
"Pemeriksaan kesehatan hewan kurban ini akan berlangsung hari ini hingga dua hari setelah Idul Adha 2018," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Bandarlampung, Ichwan Adji Wibowo.
Ia menambahkan, pemeriksaan akan berlangsung disemua lapak penjualan sapi dan kambing di Kota Bandarlampung, untuk memastikan kesehatan hewan kurban tersebut.
"Permintaan konsumen akan hewan kurban tak terlalu banyak dibandingkan tahun lalu. Hingga sekarang baru sekitar 20 kambing yang telah dipesan, sedangkan sapi belum ada yang beli," kata Suwardi warga Pengajaran Bandarlampung, Jumat.
Ia mengatakan daya beli masyarakat untuk membeli hewan kurban diperkirakan turun bila dibandingkan tahun lalu. Karena itu dirinya hanya menyiapkan sebanyak 70 ekor kambing untuk dijual, sedangkan sapi tiga ekor.
Tahun lalu, lanjutnya, jumlah hewan kurban yang laku dijual sebanyak 80 ekor kambing, sedangkan sapi hanya tiga ekor.
"Mengingat daya beli masyarakat diperkirakan turun maka saya hanya menjual kambing hanya 70 ekor dan sapi tiga ekor," katanya.
Suwardi yang memiliki lapak di Jalan Rasuna Said Bandarlampung mengaku menjual kambing antara Rp2,5 juta hingga Rp5 juta per ekor. Sedangkan sapi rata-rata Rp18 juta hingga Rp19 juta.
Hewan kurban itu, lanjutnya, dibeli dari berbagai tempat milik petani atau peternak di Kabupaten Pesawaran dan Pringsewu.
Solihin penjual hewan kurban di Bandarlampung lainnya mengakui permintaan hewan kurban saat ini tak terlalu banyak dibandingkan tahun lalu.
"Biasanya saat ini sudah banyak yang memesan atau konsumen telah 'memanjar' untuk hewan kurban. Tetapi sekarang masih sedikit," katanya.
Ia memerkirakan permintaan hewan kurban baik sapi maupun kambing tahun ini tidak sebanyak pada tahun lalu.
Sebelumnya Dinas Pertanian Kota Bandarlampung melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban guna memastikan hewan tersebut terjamin kesehatannya.
"Pemeriksaan kesehatan hewan kurban ini akan berlangsung hari ini hingga dua hari setelah Idul Adha 2018," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Bandarlampung, Ichwan Adji Wibowo.
Ia menambahkan, pemeriksaan akan berlangsung disemua lapak penjualan sapi dan kambing di Kota Bandarlampung, untuk memastikan kesehatan hewan kurban tersebut.
Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UPZ Bazma Pertamina Retail bersama Dompet Dhuafa salurkan hewan kurban di NTT dan Lampung
26 June 2025 11:17 WIB
Dompet Dhuafa bersama PT POS Properti Indonesia salurkan daging kurban di NTT
17 June 2025 10:13 WIB
Program Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa Lampung jangkau 18 ribu penerima manfaat
16 June 2025 14:44 WIB
Program Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa Yogyakarta jangkau 15.600 penerima manfaat
12 June 2025 15:03 WIB
McDonald's Indonesia salurkan 76 hewan kurban ke lebih 40 wilayah di Indonesia
09 June 2025 22:05 WIB
Terpopuler - Riil
Lihat Juga
Waykanan-Mesuji ditawarkan sebagai tempat industri gula kepada Taiwan
15 January 2019 18:00 WIB, 2019
Penerbangan Internasional Perdana Melalui Bandara Raden Inten II Pada Februari
11 January 2019 18:18 WIB, 2019