Sebanyak 1.646 Anak Dengarkan Dongeng Berbahasa Daerah
Kamis, 11 Mei 2017 17:54 WIB
Ilustrasi--Siswa-siswi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) mendengarkan dongeng di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (20/3/2017), (ANTARA FOTO/Atika Fauziyyah)
Jakarta (ANTARA Lampung) - Sebanyak 1.646 anak siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mendengarkan cerita dongeng dengan berbahasa daerah dalam "Festival Kreativitas Anak Usia Dini 2017" yang diselenggarakn oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, Rabu (10/5).
Direktur Pembinaan Anak Usia Dini Kemendikbud Ella Yulaelawati menyebutkan 1.646 anak tersebut dibacakan cerita dongeng berbahasa ibu oleh 217 guru PAUD penutur bahasa ibu dengan 53 buku cerita dan bahasa daerah.
"Buku cerita berbasis bahasa ibu ini bertujuan memudahkan komunikasi, interaksi, dan pengembangan kemampuan bahasa, kemampuan sosial, kognitif, dan tentu saja menumbuhkan kecintaan bahasa daerah," tutur Ella.
Lebih dari itu Ella menyebutkan penuturan dongeng berbahasa daerah tersebut diharapkan bisa membentuk karakter anak yang melibatkan petuah-petuah kearifan lokal daerah masing-masing.
"Bahasa berperan penting dalam pendidikan dan keterpaduan sosial. Melalui bahasa ibu yang dipahami dalam keseharian, anak akan lebih mendengarkan, memahami dan berbicara dalam berbagai cara dan ekspresi," ucap Ella.
Dia mengemukakan festival tersbut juga bertujuan dalam pemberian ruang untuk melestarikan dan menuturkan bahasa ibu asli kepada anak-anak yang memahaminya.
Pembacaan cerita dongeng oleh 217 guru PAUD kepada 1.646 anak tersebut juga memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan rekor membaca buku cerita berbahasa ibu terbanyak.
Selain pembacaan dongeng, ada pula festival tari-tarian dengan berbagai kostum yang dilakukan oleh 470 anak dari berbagai daerah. (ANTARA)
Direktur Pembinaan Anak Usia Dini Kemendikbud Ella Yulaelawati menyebutkan 1.646 anak tersebut dibacakan cerita dongeng berbahasa ibu oleh 217 guru PAUD penutur bahasa ibu dengan 53 buku cerita dan bahasa daerah.
"Buku cerita berbasis bahasa ibu ini bertujuan memudahkan komunikasi, interaksi, dan pengembangan kemampuan bahasa, kemampuan sosial, kognitif, dan tentu saja menumbuhkan kecintaan bahasa daerah," tutur Ella.
Lebih dari itu Ella menyebutkan penuturan dongeng berbahasa daerah tersebut diharapkan bisa membentuk karakter anak yang melibatkan petuah-petuah kearifan lokal daerah masing-masing.
"Bahasa berperan penting dalam pendidikan dan keterpaduan sosial. Melalui bahasa ibu yang dipahami dalam keseharian, anak akan lebih mendengarkan, memahami dan berbicara dalam berbagai cara dan ekspresi," ucap Ella.
Dia mengemukakan festival tersbut juga bertujuan dalam pemberian ruang untuk melestarikan dan menuturkan bahasa ibu asli kepada anak-anak yang memahaminya.
Pembacaan cerita dongeng oleh 217 guru PAUD kepada 1.646 anak tersebut juga memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan rekor membaca buku cerita berbahasa ibu terbanyak.
Selain pembacaan dongeng, ada pula festival tari-tarian dengan berbagai kostum yang dilakukan oleh 470 anak dari berbagai daerah. (ANTARA)
Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menaker ingatkan pentingnya peningkatan kapasitas anak muda di pasar kerja
10 February 2026 17:15 WIB
OJK sebut scam merupakan "anak haram" dari digitalisasi transaksi keuangan
23 January 2026 19:11 WIB
Bupati Lampung Barat sebut kepala sekolah berperan bangun kedisiplinan murid
15 January 2026 10:21 WIB