Grab dan uber taksi demo, jalan macet
Senin, 14 Maret 2016 9:23 WIB
Taksi yang didominasi dari Grup Blue Bird dan Express Taksi, dialihkan ke Monas untuk mengurangi kemacetan. (Istimewa)
Jakarta (Antara Lampung) - Puluhan hingga seratusan pengemudi taksi unjuk rasa di depan Kantor Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, menolak keberadaan Uber dan Grab Taksi, sehingga menimbulkan kemacetan panjang di wilayah sekitar Monas tersebut.
Wartawan Antara, di Jakarta, Senin, melaporkan, para pengemudi taksi yang didominasi dari Grup Blue Bird dan Express Taksi tampak memarkir mobilnya di depan Kantor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tersebut, hingga memakan tiga jalur Jalan Medan Merdeka Selatan.
Akibatnya, pengguna jalan yang melalui jalan tersebut menjadi menyempit dan kemacetan sudah mulai terjadi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Untuk mengurai kemacetan cukup parah tersebut, puluhan anggota kepolisian ikut mengatur arus lalu lintas agar kemacetan tidak terlalu parah.
Para pengemudi taksi terlihat banyak yang membentangkan poster hingga spanduk yang intinya menentang keberadaan Taksi Uber dan Grab Taxi yang merupakan pemesanan taksi yang mempunyai layanan pesan melalui aplikasi.
Sejumlah spanduk dan poster yang dibentangkan para sopir dan ditempelkan di badan mobil taksi antara lain berbunyi "Keberadaan Uber dan Grab Taksi Adalah Ilegal Karena Tidak Sesuai UU". Ada juga poster yang bertuliskan "Keberadaan Uber dan Grab Taksi Menghancurkan Sopir Kecil Seperti Kami Ini".
Para pengemudi taksi tersebut melakukan unjuk rasa dengan tertib sambil sesekali menerikan yel-yel yang menuntut dibubarkannya taksi aplikasi tersebut, disamping juga ikut membantu polisi mengatur kelancaran lalu lintas.
Wartawan Antara, di Jakarta, Senin, melaporkan, para pengemudi taksi yang didominasi dari Grup Blue Bird dan Express Taksi tampak memarkir mobilnya di depan Kantor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tersebut, hingga memakan tiga jalur Jalan Medan Merdeka Selatan.
Akibatnya, pengguna jalan yang melalui jalan tersebut menjadi menyempit dan kemacetan sudah mulai terjadi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Untuk mengurai kemacetan cukup parah tersebut, puluhan anggota kepolisian ikut mengatur arus lalu lintas agar kemacetan tidak terlalu parah.
Para pengemudi taksi terlihat banyak yang membentangkan poster hingga spanduk yang intinya menentang keberadaan Taksi Uber dan Grab Taxi yang merupakan pemesanan taksi yang mempunyai layanan pesan melalui aplikasi.
Sejumlah spanduk dan poster yang dibentangkan para sopir dan ditempelkan di badan mobil taksi antara lain berbunyi "Keberadaan Uber dan Grab Taksi Adalah Ilegal Karena Tidak Sesuai UU". Ada juga poster yang bertuliskan "Keberadaan Uber dan Grab Taksi Menghancurkan Sopir Kecil Seperti Kami Ini".
Para pengemudi taksi tersebut melakukan unjuk rasa dengan tertib sambil sesekali menerikan yel-yel yang menuntut dibubarkannya taksi aplikasi tersebut, disamping juga ikut membantu polisi mengatur kelancaran lalu lintas.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPJN ingatkan masyarakat untuk antisipasi titik rawan di Lampung selama mudik
11 March 2026 14:49 WIB
Dinas BMBK Lampung antisipasi macet koridor wisata saat libur akhir tahun
10 December 2025 17:39 WIB
BPJN Lampung catat 15 titik rawan macet dan 3 titik rawan kecelakaan
26 December 2024 20:05 WIB, 2024
BPJN Lampung petakan jalan rawan macet dan kecelakaan saat mudik Lebaran
03 April 2024 18:36 WIB, 2024
Pohon tumbang sebabkan lalu linzas di jalan lintas barat Krui-Tanggamus macet
16 February 2024 5:30 WIB, 2024
Truk rusak jalan, Polda Jambi laporkan 36 perusahaan batu bara ke Kementerian ESDM
01 April 2023 5:23 WIB, 2023
Jalur Bandung-Cianjur macet, ternyata pedagang cincau menolak ditertibkan
30 July 2022 6:28 WIB, 2022
Terpopuler - Politik Dan Hukum
Lihat Juga
72 peserta ikuti SKD Poltekpin 2026 di Lampung, Kemenkum tegaskan bebas biaya
29 September 2026 17:54 WIB
Kanwil Kemenkum Lampung luncurkan SATRIA BMN optimalkan pengelolaan aset negara
29 September 2026 15:49 WIB
Polres Lampung Selatan perkuat edukasi keselamatan lalu lintas bagi pelajar
28 September 2026 20:32 WIB
Ditresnarkoba Polda Lampung ungkap 379 kasus narkoba selama Ops Antik Krakatau 2026
28 September 2026 17:02 WIB