Koperasi Bisa Memotong Rantai Mafia Pangan
Kamis, 12 Februari 2015 17:16 WIB
Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.)
Jakarta, (ANTARA Lampung) - Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengatakan koperasi sangat potensial menjadi instrumen yang bisa memotong rantai mafia pangan menuju terwujudnya swasembada pangan di Indonesia.
"Dimana-mana ada mafia, bukan hanya migas tapi pupuk juga, beras juga. Ini yang harus kita potong. Jadi mekanisme mafia ini harus kita potong," kata Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga di Jakarta, Kamis, dalam acara diskusi panel Jakarta Food Security Summit (JFSS)-3.
Ia mengatakan rantai mafia harus dipotong supaya kemudian bisa memberikan peran lebih kepada koperasi sehingga petani lebih sejahtera.
Menurut dia, melalui koperasi, petani bisa mendapatkan fasilitas pendukung kerjanya tepat waktu misalnya pupuk dan bibit tepat pada waktu musim tanam.
"Dan untuk menunjang swasembada pangan mekanisme pupuk, bibit untuk petani itu kalau bisa tata niaganya pelan-pelan harus kita ubah, tanpa begitu yang namanya swasembada pangan itu akan tersendat-sendat," katanya.
Menteri mengatakan, salah satu jalan terbaik untuk memberikan pemerataan dan kesejahteraan masyarakat adalah melalui koperasi.
"Bukan karena saya menjadi Menteri Koperasi dan UKM, tapi karena riil datanya 99 persen pelaku usaha kita adalah UKM. Jadi harus ada upaya untuk memberikan peran yang lebih kepada koperasi itu," katanya.
Ia juga ingin agar ada perubahan paradigma soal koperasi yang bukan hanya dimiliki oleh orang miskin tapi juga bisa berkembang menjadi badan usaha yang besar.
Menurut dia, koperasi kalau diberikan kesempatan untuk dikelola dengan baik maka akan menjadi usaha yang besar.
Di Indonesia banyak koperasi yang telah mampu berkembang besar dan bersaing dengan swasta di antaranya selain KSP yakni koperasi susu di Jawa Barat dan koperasi pertanian di sejumlah daerah.
"Jangan anggap enteng koperasi itu, apalagi sudah jelas amanat UUD 1945 bahwa sokoguru perekonomian kita adalah koperasi," katanya.
"Dimana-mana ada mafia, bukan hanya migas tapi pupuk juga, beras juga. Ini yang harus kita potong. Jadi mekanisme mafia ini harus kita potong," kata Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga di Jakarta, Kamis, dalam acara diskusi panel Jakarta Food Security Summit (JFSS)-3.
Ia mengatakan rantai mafia harus dipotong supaya kemudian bisa memberikan peran lebih kepada koperasi sehingga petani lebih sejahtera.
Menurut dia, melalui koperasi, petani bisa mendapatkan fasilitas pendukung kerjanya tepat waktu misalnya pupuk dan bibit tepat pada waktu musim tanam.
"Dan untuk menunjang swasembada pangan mekanisme pupuk, bibit untuk petani itu kalau bisa tata niaganya pelan-pelan harus kita ubah, tanpa begitu yang namanya swasembada pangan itu akan tersendat-sendat," katanya.
Menteri mengatakan, salah satu jalan terbaik untuk memberikan pemerataan dan kesejahteraan masyarakat adalah melalui koperasi.
"Bukan karena saya menjadi Menteri Koperasi dan UKM, tapi karena riil datanya 99 persen pelaku usaha kita adalah UKM. Jadi harus ada upaya untuk memberikan peran yang lebih kepada koperasi itu," katanya.
Ia juga ingin agar ada perubahan paradigma soal koperasi yang bukan hanya dimiliki oleh orang miskin tapi juga bisa berkembang menjadi badan usaha yang besar.
Menurut dia, koperasi kalau diberikan kesempatan untuk dikelola dengan baik maka akan menjadi usaha yang besar.
Di Indonesia banyak koperasi yang telah mampu berkembang besar dan bersaing dengan swasta di antaranya selain KSP yakni koperasi susu di Jawa Barat dan koperasi pertanian di sejumlah daerah.
"Jangan anggap enteng koperasi itu, apalagi sudah jelas amanat UUD 1945 bahwa sokoguru perekonomian kita adalah koperasi," katanya.
Pewarta : Hanni Sofia Soepardi
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
IPC TPK Panjang perkuat konektivitas logistik Sumatera Selatan melalui peningkatan layanan terminal
28 October 2025 10:48 WIB
Perkuat rantai pasok biomassa, PLN EPI jalin kolaborasi dengan PT EMI dan PT Artekno
15 January 2023 19:19 WIB, 2023
Epidemiolog Lampung: Vaksinasi booster kedua nakes putus mata rantai penularan
01 August 2022 16:27 WIB, 2022
Terpopuler - Riil
Lihat Juga
Waykanan-Mesuji ditawarkan sebagai tempat industri gula kepada Taiwan
15 January 2019 18:00 WIB, 2019
Penerbangan Internasional Perdana Melalui Bandara Raden Inten II Pada Februari
11 January 2019 18:18 WIB, 2019